Usaha sudah jalan, tapi kamu tahu nggak berapa produk yang harus terjual supaya modal operasional kembali?
Jangan cuma mengandalkan feeling. Dengan menghitung BEP (Break Even Point), kamu bisa tahu batas minimal penjualan agar usaha tidak mengalami rugi.
Kabar baiknya, cara hitung BEP usaha kecil sebenarnya cukup sederhana. Kamu hanya perlu menyiapkan biaya tetap, biaya variabel, dan harga jual. Dari sana, kamu bisa menghitung target penjualan dalam unit maupun rupiah.
Rumus BEP Usaha Kecil
BEP adalah kondisi ketika total pendapatan usaha sama dengan total biaya. Artinya, usaha belum menghasilkan keuntungan, tetapi juga belum mengalami kerugian.
Untuk menghitung BEP unit, gunakan rumus:
- BEP Unit = Biaya Tetap ÷ (Harga Jual per Unit − Biaya Variabel per Unit)
Sementara itu, BEP rupiah bisa dihitung dengan rumus:
- BEP Rupiah = BEP Unit × Harga Jual per Unit
Sebelum memasukkan angka ke rumus, kamu perlu mengetahui tiga komponen utama berikut.
Data yang Perlu Disiapkan
1. Biaya tetap
Biaya tetap adalah pengeluaran yang relatif tidak berubah meskipun jumlah produksi naik atau turun. Contohnya seperti sewa tempat, gaji tetap, internet, atau biaya langganan tertentu.
Misalnya, total biaya tetap usaha kamu dalam satu bulan adalah Rp1.500.000.
2. Biaya variabel per unit
Biaya variabel berubah mengikuti jumlah produk yang dibuat atau dijual. Contohnya bahan baku, kemasan, stiker, dan biaya produksi per produk.
Dalam case kita ini, ibaratnya satu produk membutuhkan biaya variabel sebesar Rp10.000.
3. Harga jual
Selanjutnya, tentukan harga jual untuk satu produk. Misalnya kamu menjual produk tersebut dengan harga Rp25.000 per unit.
Ketiga angka ini menjadi dasar untuk menghitung BEP.
Cara Hitung BEP Unit
1. Hitung margin kontribusi
Margin kontribusi menunjukkan sisa uang dari setiap penjualan setelah dikurangi biaya variabel. Untuk menghitung margin kontribusi kamu bisa menggunakan rumus:
- Margin kontribusi = Harga jual − Biaya variabel
Dengan contoh sebelumnya:
Rp25.000 − Rp10.000 = Rp15.000
Jadi, setiap produk memberikan margin kontribusi sebesar Rp15.000 untuk membantu menutup biaya tetap.
2. Masukkan ke rumus dan bulatkan
Sekarang masukkan angkanya ke rumus BEP menjadi:
Rp1.500.000 ÷ Rp15.000 = 100 unit
Artinya, kamu perlu menjual minimal 100 unit per bulan agar mencapai titik impas. Kalau hasil perhitungan berupa angka desimal, bulatkan ke atas. Misalnya hasilnya 100,4 unit, target realistisnya menjadi 101 unit karena produk tidak bisa dijual dalam pecahan unit.
Cara Hitung BEP Rupiah
Setelah mengetahui BEP unit, kamu bisa menghitung nilai penjualan yang dibutuhkan.
- BEP Rupiah = 100 × Rp25.000 = Rp2.500.000
Jadi, usaha tersebut membutuhkan penjualan sekitar Rp2.500.000 per bulan untuk mencapai titik impas. Angka ini belum berarti kamu sudah mendapatkan keuntungan. Keuntungan baru muncul setelah penjualan melewati titik BEP.
Contoh BEP Usaha Kecil
Misalnya kamu menjalankan usaha camilan rumahan. Biaya tetap per bulan mencapai Rp1.500.000. Setiap kemasan camilan membutuhkan biaya produksi dan kemasan sebesar Rp10.000, kamu menjualnya seharga Rp25.000.
Maka perhitungannya:
- Harga jual: Rp25.000
- Biaya variabel: Rp10.000
- Margin kontribusi: Rp15.000
- Biaya tetap: Rp1.500.000
- BEP: 100 unit
- BEP rupiah: Rp2.500.000
Supaya lebih mudah diterapkan, ubah target bulanan menjadi target harian. Jika kamu berjualan selama 30 hari, maka targetnya sekitar:
100 unit ÷ 30 hari = 3,33 unit
Karena tidak mungkin menjual 3,33 kemasan, kamu bisa memasang target minimal 4 unit per hari. Dengan begitu, BEP tidak lagi sekadar angka di kertas. Kamu bisa menggunakannya sebagai patokan penjualan harian.
Apa yang Terjadi Jika Harga atau Biaya Berubah?
BEP bisa berubah ketika harga jual atau biaya usaha berubah. Karena itu, jangan menghitungnya sekali lalu melupakannya.
Misalnya harga jual turun dari Rp25.000 menjadi Rp22.000, sementara biaya variabel tetap Rp10.000. Margin kontribusinya turun menjadi Rp12.000.
BEP kemudian menjadi:
Rp1.500.000 ÷ Rp12.000 = 125 unit
Artinya, kamu harus menjual lebih banyak produk untuk menutup biaya tetap.
Sebaliknya, jika biaya variabel berhasil ditekan dari Rp10.000 menjadi Rp8.000 dan harga jual tetap Rp25.000, margin kontribusinya menjadi Rp17.000. BEP turun menjadi sekitar 89 unit.
Dari sini, kamu bisa melihat dampak keputusan sederhana seperti menaikkan harga, mencari bahan baku yang lebih murah, atau mengurangi biaya yang tidak terlalu penting.
Kesimpulan
Cara hitung BEP usaha kecil bisa membantu kamu menentukan batas minimal penjualan sebelum mengejar keuntungan. Mulai dari biaya tetap, biaya variabel, dan harga jual.
Setelah itu, hitung margin kontribusi, tentukan BEP unit dan rupiah, lalu ubah hasilnya menjadi target harian. Kamu juga bisa melakukan simulasi ketika harga atau biaya berubah supaya keputusan usaha dibuat berdasarkan angka, bukan sekadar perkiraan.
Kalau kamu ingin lebih mudah mengatur keuangan dan mengambil keputusan finansial untuk usaha, cek juga berbagai informasi dan layanan finansial di Kastakilat.id. Temukan insight yang bisa membantu kamu mengelola uang dengan lebih terencana dan sesuai kebutuhan.(***)





