Kastakilat.id – Per 1 Oktober 2026, MacBook Pro 14 inci M5 di iBox mulai Rp27.499.000, hanya sekitar Rp2,5 juta di atas MacBook Air 13 inci M5. Dalam review MacBook M5 ini, selisih tipis itulah yang membuat pilihan Air atau Pro tidak lagi sesederhana tahun lalu.
Apple menaikkan harga Mac di Indonesia sejak Juli 2026 karena biaya memori melonjak, sehingga Air kini tidak semurah saat peluncurannya. Karena itu, review ini merangkum spesifikasi resmi Apple, hasil uji media teknologi internasional, dan harga terbaru di peritel resmi.
Desain MacBook Air M5 dan Ukurannya
MacBook Air M5 hadir dalam dua ukuran, yaitu layar 13,6 inci dan 15,3 inci. Bodinya setebal sekitar 1 cm, dan versi 13 inci berbobot 1,23 kg menurut situs Apple Indonesia.
Apple menyediakan empat warna, yakni sky blue, midnight, starlight, dan perak. Menurut saya, sky blue paling segar, tetapi midnight tetap lebih mudah menampakkan bekas sidik jari.
Namun, desainnya nyaris sama dengan Air M4, sehingga pemilik model lama tidak akan merasa memegang laptop baru. Bahkan, Tom’s Hardware masih mencatat poni kamera di layar sebagai kekurangan.
Satu hal yang tetap istimewa adalah bodinya tanpa kipas. Jadi, laptop ini benar-benar senyap, baik saat mengetik di kafe maupun rapat daring di kamar kos.
MacBook Pro 14 inci M5 tampil lebih tebal dengan dua pilihan warna, space black dan perak. Selain itu, layarnya memakai panel Liquid Retina XDR yang lebih terang, seperti terlihat di tabel berikut.
Spesifikasi Air M5 vs Pro M5
Kedua laptop memakai chip M5 yang sama, tetapi berbeda di layar, pendingin, dan baterai.
| Aspek | MacBook Air M5 | MacBook Pro 14 M5 |
|---|---|---|
| Layar | 13,6 atau 15,3 inci, 500 nits | 14 inci XDR, 1.000 nits SDR |
| CPU | 10 inti | 10 inti |
| Memori dasar | 16 GB, SSD 512 GB | 16 GB |
| Baterai (klaim Apple) | Hingga 18 jam | Hingga 24 jam |
| Pendingin | Tanpa kipas | Dengan kipas |
| Warna | 4 pilihan | 2 pilihan |
| Harga iBox (1 Okt 2026) | Mulai Rp24.949.000 | Mulai Rp27.499.000 |
Selain itu, Air M5 kini memulai penyimpanan dari 512 GB, dua kali lipat dari generasi sebelumnya. Sementara itu, layar Pro mencapai 1.600 nits untuk konten HDR dan tersedia opsi nano-texture antisilau.
Performa Chip M5 dan Hasil Uji
Chip M5 punya CPU 10 inti dan GPU hingga 10 inti, dengan Neural Accelerator di setiap inti GPU. Apple mengklaim tugas AI berjalan hingga 4 kali lebih cepat dibanding M4 dan hingga 9,5 kali dibanding M1.
Dalam uji Tom’s Hardware, Air 13 inci M5 mencetak 4.168 poin single-core dan 17.067 poin multi-core di Geekbench 6. Sebagai pembanding, MacBook Pro M5 sedikit lebih tinggi, yakni 4.288 dan 17.926 poin.
Namun, selisih kecil itu berubah saat beban berat berlangsung lama. Pada uji Cinebench berulang, skor Air turun dari 3.415 ke kisaran 2.300 karena panas, sebab tidak ada kipas yang membuang panas.
Artinya, Air tetap kencang untuk mengetik, presentasi, edit foto, atau video pendek. Namun, render video panjang dan gim berat lebih cocok di Pro, yang menurut Apple menjalankan gim hingga 1,6 kali lebih lancar daripada M4.
Bagi mahasiswa dan pekerja kantoran, saya rasa penurunan performa itu jarang terasa. Sebaliknya, editor video yang rutin mengekspor proyek 30 menit akan merasakannya setiap hari.
Penyimpanan juga ikut melaju, karena Apple menyebut SSD Air M5 dua kali lebih cepat dibanding generasi sebelumnya. Dalam uji Tom’s Guide, SSD versi 15 inci mencatat baca 6.728 MB/s dan tulis 6.499 MB/s.
Sebagai gambaran, laptop yang sama mengonversi video 4K ke 1080p di Handbrake dalam 4 menit 34 detik. Jadi, untuk konten media sosial, Air sudah lebih dari cukup. Misalnya, kreator yang menyunting video Reels berdurasi satu menit hampir tidak akan menunggu lama, bahkan saat browser, Spotify, dan aplikasi chat tetap terbuka di belakang layar.
Layar, Port, dan Baterai
Layar Liquid Retina Air M5 terukur sekitar 459 nits dalam uji Tom’s Hardware, mendekati klaim Apple 500 nits. Untuk bekerja di dalam ruangan, angka itu sudah cukup terang.
Namun, kecerahan itu mulai terasa kurang saat kamu bekerja di teras atau dekat jendela pada siang hari. Karena itu, pengguna yang sering bekerja di luar ruangan sebaiknya melirik layar XDR di Pro.
Air M5 punya dua port Thunderbolt 4, MagSafe, dan colokan audio, serta mendukung dua layar eksternal. Selain itu, chip N1 membawa Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6, sedangkan kamera 12 MP Center Stage mendukung Desk View.
Pada uji baterai Tom’s Hardware, Air 13 inci bertahan 15 jam 28 menit. Sementara itu, Tom’s Guide mencatat 15 jam 37 menit untuk versi 15 inci saat menjelajah web terus-menerus.
Sebagai gambaran, angka itu cukup untuk dua hari kuliah tanpa membawa pengisi daya, asalkan kecerahan layar tidak maksimal. Karena itu, colokan di kafe tidak lagi jadi urusan utama.
Untuk MacBook Pro M5, Apple mengklaim baterai hingga 24 jam. Pro juga bisa terisi 50% dalam 30 menit jika memakai adaptor 96 watt atau lebih.
Selain itu, port Thunderbolt 4 di Air bisa mengisi daya sekaligus menyambung monitor. Jadi, satu kabel ke dok sudah cukup untuk merapikan meja kerja di rumah, di kantor, atau di ruang kerja bersama.
Keberatan yang sering muncul: apakah 16 GB memori cukup? Untuk browsing puluhan tab, Office, dan Lightroom, jawabannya cukup, tetapi model AI lokal yang besar lebih nyaman dengan 24 GB.
MacBook Pro M5 untuk Kerja Berat
MacBook Pro 14 inci M5 meluncur pada Oktober 2025, lebih dulu dari Air. Apple mengklaim GPU-nya hingga 1,6 kali lebih cepat dan CPU multi-inti hingga 20% lebih cepat dibanding M4.
Selain itu, layar XDR-nya memiliki rasio kontras 1.000.000:1, sehingga konten HDR terlihat jauh lebih dramatis. Karena itu, pembuat konten yang menyunting video HDR akan langsung merasakan bedanya.
Di atasnya masih ada MacBook Pro M5 Pro dan M5 Max yang meluncur Maret 2026. Namun, harganya di iBox mulai Rp46.499.000, jadi kelas itu untuk profesional dengan kebutuhan spesifik.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan MacBook M5:
- Performa M5 kencang untuk hampir semua pekerjaan harian, termasuk tugas AI di perangkat.
- Air tanpa kipas sehingga senyap, dengan baterai sekitar 15 jam dalam uji media.
- Penyimpanan dasar Air naik menjadi 512 GB.
- Pro menawarkan layar XDR dan baterai lebih panjang dengan selisih harga tipis.
Kekurangan MacBook M5:
- Harga di Indonesia naik Rp4,5 juta sampai Rp8 juta sejak Juli 2026, menurut laporan Kompas.
- Performa Air menurun saat beban berat berlangsung lama.
- Desain Air hampir sama dengan generasi M4.
Pilih MacBook Air atau Pro ?
Pilih MacBook Air 13 inci M5 jika kamu sering membawa laptop, butuh perangkat senyap, dan pekerjaannya ringan sampai menengah. Sebaliknya, pilih MacBook Pro 14 inci M5 jika rutin menyunting video, bermain gim, atau butuh layar yang lebih terang.
Dengan selisih sekitar Rp2,5 juta per 1 Oktober 2026, Pro M5 terasa lebih layak untuk pemakaian jangka panjang, dan menurut saya pilihan itu paling aman dibeli sekarang. Air 15 inci justru lebih mahal, yaitu mulai Rp28.699.000, sehingga hanya masuk akal bagi yang benar-benar butuh layar besar.
Cek ulang harga dan konfigurasi memori di iBox atau peritel resmi lain sebelum membayar, karena stok dan harga Mac di Indonesia berubah beberapa kali tahun ini.





