Sunscreen untuk Kulit Berjerawat: Kandungan yang Aman dan yang Dihindari

Wanita paruh baya mengoleskan sunscreen dari botol ke pipinya di luar ruangan
Seorang wanita mengoleskan sunscreen ke wajah/Foto: Bill Branson/Wikimedia Commons (Domain Publik)

Kastakilat.id – Sunscreen untuk kulit berjerawat sebaiknya berlabel non-comedogenic, ber-SPF 30 atau lebih, broad spectrum, dan tahan air. American Academy of Dermatology (AAD) menyebut syarat itu karena kulit tetap membutuhkan perlindungan dari sinar matahari, meski jerawat sedang meradang.

Kastakilaters sering melewatkan sunscreen karena takut jerawat bertambah, padahal kulit tanpa perlindungan justru mudah gosong dan meninggalkan noda. Berikut kriteria, daftar kandungan yang aman, daftar yang perlu dihindari, dan langkah memakainya.

Bacaan Lainnya

Kriteria Sunscreen Kulit Berjerawat

Pengunjung berjemur di pantai berpasir saat siang terik, kondisi yang menuntut sunscreen untuk kulit berjerawat
Pengunjung berjemur di pantai pada siang hari/Foto: Sheba_Also/Wikimedia Commons (CC BY-SA 2.0)

AAD menyarankan empat hal: SPF 30 atau lebih, perlindungan broad spectrum, ketahanan air, dan label non-comedogenic yang berarti tidak menyumbat pori. Kementerian Kesehatan juga menyarankan tabir surya wajah SPF 30 yang ringan dan bebas minyak.

Label non-comedogenic membantu menyaring pilihan, tetapi bukan jaminan mutlak. Kulit tiap orang bereaksi berbeda, sehingga uji dulu produk baru di area kecil selama beberapa hari.

Kandungan Pilihan yang Aman

Tidak ada satu bahan ajaib, namun beberapa pilihan lebih aman untuk kulit berjerawat. Tabel berikut merangkum pilihan yang bisa kamu temukan di daftar komposisi.

Pilihan Alasan Catatan
Zinc oxide Filter mineral Cocok untuk kulit sensitif
Titanium dioxide Filter mineral Sering berpasangan dengan zinc oxide
Formula oil-free Lebih ringan Anjuran Kemenkes
Label non-comedogenic Tidak menyumbat pori Anjuran AAD
Pilihan kandungan sunscreen untuk kulit berjerawat.

AAD menyarankan filter mineral berbahan titanium dioxide atau zinc oxide bagi kulit yang sedang sensitif, misalnya saat memakai isotretinoin. Di luar itu, filter kimia tetap bisa menjadi pilihan selama kulitmu tidak perih.

Baca Juga:  Makeup Tahan Lama Musim Hujan: Lapisan Tipis, Bukan Tebal

Kandungan yang Perlu Dihindari

Tidak semua sunscreen cocok untuk wajah yang sedang berjerawat. Tiga hal berikut sebaiknya kamu lewati saat membaca kemasan:

  • Alkohol di urutan atas daftar komposisi, karena AAD menyarankan produk bebas alkohol sebab bahan yang mengiritasi dapat memperburuk jerawat.
  • Krim padat berbahan minyak, sebab teksturnya terasa berat dan lengket di wajah berminyak, sehingga Kemenkes menganjurkan formula bebas minyak.
  • Produk apa pun yang membuat kulit perih, merah, atau berminyak tebal setelah kamu oleskan, karena reaksi itu tanda formula tidak cocok, bukan tanda produk bekerja.

Sebagai gantinya, pilih tekstur gel atau fluid yang cepat meresap, lalu tes dulu di area kecil selama beberapa hari.

Pilih Gel, Fluid, atau Krim

Gel dan fluid umumnya terasa ringan dan cocok untuk wajah berminyak, terutama di cuaca lembap. Tekstur ini juga lebih mudah kamu oleskan ulang di atas kulit yang sudah berkeringat. AAD menyebut gel baik untuk area berbulu, sehingga sering menjadi pilihan untuk area yang mudah berkeringat.

Krim masih boleh kamu gunakan jika kulitmu cenderung kering di beberapa area. Namun, cek tulisan non-comedogenic dan tes dulu sebelum membeli ukuran besar.

Cara Memakai Sunscreen dengan Benar

Urutan pakainya sederhana, tetapi sering terlewat pada langkah ulangnya:

  1. Cuci wajah dengan lembut, maksimal dua kali sehari dan setelah berkeringat, sesuai anjuran AAD.
  2. Oleskan sunscreen sebagai langkah terakhir perawatan pagi, setelah pelembap dan sebelum makeup.
  3. Ulangi setiap dua jam saat berada di luar ruangan, lalu oleskan ulang setelah berenang atau berkeringat banyak.
  4. Jangan menggosok kulit terlalu keras saat membersihkan sisa sunscreen, karena gesekan memicu iritasi.

Jika memakai serum niacinamide, pahami dulu cara kerjanya di bahasan niacinamide untuk pemula.

Baca Juga:  Niacinamide untuk Pemula: Kadar Aman, Cara Pakai, Campuran

Cara membaca SPF, PA, dan klaim lain ada di bahasan cara membaca label sunscreen.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Kesalahan pertama adalah melewatkan sunscreen karena takut jerawat. Padahal, sinar matahari bisa memperpanjang masa noda bekas jerawat, sehingga kulit tampak lebih kusam.

Kesalahan kedua adalah terlalu sering mengganti produk. AAD menyebut perawatan jerawat butuh beberapa minggu sampai bulan untuk menunjukkan hasil, sedangkan gonta-ganti produk bisa memicu iritasi.

Selain itu, banyak orang mengoleskan sunscreen terlalu tipis. Akibatnya, angka SPF di kemasan tidak tercapai, dan perlindungan nyata lebih rendah.

Saat Memakai Obat Jerawat

Sejumlah obat jerawat membuat kulit lebih sensitif terhadap matahari, termasuk isotretinoin. Karena itu, AAD meminta pasien menambah perlindungan dengan berteduh, memakai topi, dan mengenakan pakaian pelindung.

Jika jerawat tidak membaik setelah beberapa minggu perawatan konsisten, temui dokter kulit. Dokter bisa menilai apakah sunscreen yang kamu pakai ikut berperan.

Konsultasikan juga pilihan produk bila kulitmu sedang meradang hebat.

Runia Redaksi
Ditulis oleh

Runia Redaksi

Perempuan asli Gamping, Sleman. Suka menulis, membaca, dan menggambar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan