Tool AI Riset Keyword Gratis, Mana yang Cocok untuk Kebutuhanmu?

Tool AI riset kata kunci gratis untuk menemukan dan memvalidasi keyword

Riset keyword tidak selalu butuh langganan tool SEO yang mahal. Mulai dari menyusun daftar topik, mencari variasi kata kunci, memahami pertanyaan pengguna, sampai mengecek volume pencarian, semuanya bisa dilakukan dengan beberapa tool gratis.

Hanya saja, setiap tool menawarkan jenis data yang berbeda. Tool AI riset kata kunci gratis seperti ChatGPT memang membantu menghasilkan ide dan mengelompokkan search intent, tapi sebaiknya jangan dijadikan satu-satunya acuan untuk menentukan volume pencarian.

Untuk urusan itu, Google Keyword Planner lebih pas dipakai memvalidasi data pencarian. Sementara Ahrefs, Semrush, Ubersuggest, dan AlsoAsked masing-masing punya fungsi tersendiri. Karena itu, daripada mencari satu tool yang bisa mengerjakan semuanya, lebih efektif kalau kamu menggabungkan beberapa tool sesuai tahap risetnya.

6 Tool Gratis yang Bisa Dipakai untuk Riset Keyword

Berikut perbandingan enam tool yang bisa digunakan untuk membangun workflow riset keyword tanpa harus langsung berlangganan tool SEO premium.

Tool Fitur utama Kelebihan Kekurangan Batasan gratis
ChatGPT Generate ide, variasi keyword, search intent, clustering, analisis SERP dengan pencarian web Fleksibel dan bisa memahami konteks bahasa Indonesia Bukan database keyword khusus dan tidak bisa dianggap sebagai sumber volume pencarian Penggunaan mengikuti batas paket akun; data volume keyword perlu divalidasi dengan tool SEO
Google Keyword Planner Keyword ideas, rata-rata pencarian bulanan, kompetisi iklan, CPC, forecast Data berasal dari ekosistem Google dan bisa ditargetkan berdasarkan lokasi Fokus utamanya untuk Google Ads, bukan SEO organik Fitur dasar memerlukan setup akun Google Ads; data volume berupa estimasi
Ahrefs Free Keyword Generator Ide keyword, phrase match, questions, also rank for, volume Cepat untuk mencari banyak variasi keyword dan tersedia untuk berbagai mesin pencari Metrik dan fitur lanjutan terbatas dibanding Ahrefs berbayar Generator gratis memberikan daftar ide dan metrik terbatas; fitur SEO lanjutan memerlukan paket berbayar
Semrush Keyword Magic Tool Keyword ideas, volume, keyword difficulty, SERP features, related keywords Kuat untuk eksplorasi keyword dan long-tail Jumlah hasil dan penggunaan terbatas pada akses gratis Tanpa SEO Toolkit, maksimal 10 laporan per hari dan 10 hasil per laporan
Ubersuggest Keyword ideas, volume, SEO difficulty, CPC, SERP overview Antarmuka relatif mudah untuk pemula Data dan penggunaan dibatasi pada versi gratis Jumlah pencarian dan hasil terbatas; batas dapat berubah mengikuti kebijakan layanan
AlsoAsked Pertanyaan terkait keyword dan hubungan antartopik Sangat berguna untuk memahami pertanyaan dan search intent Bukan tool utama untuk volume keyword Pengguna gratis mendapatkan kredit pencarian terbatas; deep search membutuhkan lebih banyak kredit

Catatan: batas fitur gratis dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk Semrush, dokumentasi resminya saat ini mencantumkan 10 laporan per hari dan 10 hasil per laporan tanpa SEO Toolkit. Ahrefs menyediakan Keyword Generator gratis yang dapat menampilkan ide keyword serta estimasi volume lokal dan global, tetapi fitur SEO yang lebih lengkap berada di layanan berbayar.

Baca Juga:  Perbedaan LLM Lokal dan Cloud AI: Mana yang Cocok?

ChatGPT

Riset keyword melalui ChatGPT

ChatGPT paling berguna pada tahap eksplorasi dan pengolahan ide, bukan sebagai pengganti database keyword. Misalnya, dari seed keyword taman kering, kamu bisa meminta ChatGPT membuat variasi berdasarkan beberapa kategori:

  • keyword informasional;
  • keyword komersial;
  • pertanyaan yang mungkin dicari pengguna;
  • long-tail keyword;
  • keyword berdasarkan masalah;
  • keyword berdasarkan lokasi;
  • variasi bahasa Indonesia yang lebih natural.

ChatGPT juga bisa membantu mengelompokkan ratusan keyword berdasarkan search intent atau menyusun struktur topic cluster. Kalau fitur pencarian webnya aktif, ChatGPT bahkan bisa mencari informasi terbaru dari internet lengkap dengan sumbernya. Tetap saja, hasilnya perlu kamu verifikasi lagi, karena pencarian web bukan pengganti database SEO khusus.

Apakah cocok untuk Indonesia? Ya, terutama untuk mengeksplorasi bahasa, variasi istilah, dan konteks pencarian berbahasa Indonesia. Kekurangannya, jangan langsung menganggap angka volume atau tingkat persaingan dari AI sebagai data resmi, kecuali angka itu memang berasal dari database keyword yang jelas.

Google Keyword Planner

Google Keyword Planner untuk riset kata kunci
Sumber: seroundtable.com

Google Keyword Planner lebih pas dipakai kalau kamu butuh validasi data pencarian. Tool ini memberikan ide keyword, estimasi rata-rata pencarian bulanan, tingkat kompetisi iklan, dan informasi CPC. Datanya juga bisa disesuaikan berdasarkan lokasi, jadi berguna kalau target audiensmu ada di Indonesia.

Misalnya, kamu mendapat ide “AC portable low watt” dari AI. Tinggal masukkan keyword itu ke Keyword Planner, lalu atur lokasinya ke Indonesia. Dengan begitu, kamu tidak hanya tahu bahwa keyword tersebut terdengar relevan, tetapi juga bisa melihat estimasi pencariannya sesuai lokasi yang dipilih.

Apakah cocok untuk Indonesia? Sangat cocok, terutama kalau target pembaca atau pasarmu memang di Indonesia, karena lokasi pencarian bisa diatur sesuai kebutuhan. Kekurangannya, Google mengharuskan pengguna menyelesaikan setup akun dan mengisi informasi penagihan dulu sebelum bisa mengakses fitur dasar seperti mencari ide keyword. Selain itu, data volumenya hanya berupa estimasi, bukan jumlah pencarian yang pasti.

Ahrefs Free Keyword Generator

Ahrefs Keyword Generator untuk mencari ide keyword
Sumber: ahrefs.com

Ahrefs Keyword Generator berguna kalau kamu butuh ide keyword dengan cepat tanpa harus langsung berlangganan. Kamu tinggal memasukkan seed keyword, lalu memilih sumber datanya, misalnya Google, Bing, YouTube, atau Amazon.

Tool ini menyediakan beberapa jenis laporan, mulai dari keyword yang mengandung seed, keyword berbentuk pertanyaan, phrase match, search suggestions, sampai keyword yang juga dipakai oleh halaman-halaman yang berhasil mendapat peringkat. Di setiap hasilnya, Ahrefs juga menampilkan estimasi volume pencarian lokal dan global beserta beberapa metrik SEO.

Apakah cocok untuk Indonesia? Bisa. Karena ada pilihan lokasi, tool ini berguna untuk menjelajahi keyword berdasarkan pasar tertentu. Kekurangannya, versi gratis tidak memberikan seluruh kemampuan Keywords Explorer maupun fitur SEO lanjutan Ahrefs. Akun gratis Ahrefs pun aksesnya terbatas, sementara Keyword Generator adalah salah satu tool gratis yang bisa dipakai tanpa akses penuh ke ekosistem berbayarnya.

Baca Juga:  Snapdragon 8 Gen 5 vs Dimensity 9600 Pro, Mana Lebih Cepat?

Semrush Free Keyword Tool

Cara mengunakan Semrush Keyword Magic Tool
Sumber: semrush.com

Semrush cocok dipakai untuk memperluas daftar keyword sekaligus melihat metrik SEO dari berbagai variasi pencarian. Lewat Keyword Magic Tool, kamu bisa menemukan long-tail keyword, keyword terkait, pertanyaan yang sering dicari, dan peluang dari fitur SERP.

Untuk akses tanpa SEO Toolkit, Semrush saat ini membatasi penggunaan hingga 10 laporan per hari, dengan maksimal 10 hasil di setiap laporan. Fitur ekspor dan beberapa metrik berbasis AI juga belum bisa dipakai di akses gratis.

Apakah cocok untuk Indonesia? Ya, asalkan database dan lokasi yang kamu pilih sudah sesuai dengan target pasarmu. Kekurangannya, jumlah pencarian dan hasilnya relatif kecil. Karena itu, versi gratis lebih pas untuk validasi atau eksplorasi keyword prioritas, bukan untuk riset berskala besar.

Ubersuggest

Ubersuggest untuk riset keyword SEO
Sumber: neilpatel.com

Ubersuggest bisa jadi pilihan yang enak dipakai buat pemula SEO. Tool ini membantu kamu mencari variasi keyword sekaligus melihat beberapa metrik penting, seperti volume pencarian, tingkat kesulitan SEO, CPC, dan gambaran SERP.

Kelebihannya ada di tampilannya yang cukup sederhana. Pengguna baru nggak perlu paham banyak istilah SEO dulu sebelum mulai riset. Apakah cocok untuk Indonesia? Bisa. Kamu tinggal memilih lokasi dan bahasa yang sesuai di pengaturan pencarian, selama opsinya tersedia.

Kekurangannya, versi gratis punya batas penggunaan, jadi kurang ideal kalau kamu perlu riset keyword dalam jumlah besar. Karena batas penggunaan dan fitur gratis bisa berubah sewaktu-waktu, sebaiknya cek dulu halaman layanan Ubersuggest sebelum menjadikannya tool utama untuk workflow jangka panjang.

AlsoAsked

AlsoAsked untuk menemukan pertanyaan terkait keyword
Sumber: zenspill.com

Kalau tujuanmu bukan sekadar mencari keyword, tetapi juga ingin tahu pertanyaan apa saja yang muncul di sekitar sebuah topik, AlsoAsked bisa jadi pelengkap yang menarik. Tool ini memetakan pertanyaan yang berkaitan dengan sebuah pencarian, jadi kamu bisa melihat bagaimana pertanyaan utama terhubung dengan pertanyaan-pertanyaan lanjutannya.

Misalnya, dari keyword “cara merawat AC”, kamu bisa menemukan pertanyaan seperti kapan AC perlu dibersihkan, bagaimana tahu kalau freon bermasalah, atau seberapa sering AC perlu diservis. Untuk akses gratis, AlsoAsked saat ini memberi 3 kredit pencarian per hari, sedangkan satu kali deep search memakan 4 kredit.

Apakah cocok untuk Indonesia? Bisa, terutama untuk menggali pertanyaan seputar keyword. Hanya saja, hasilnya tetap perlu kamu sesuaikan dengan bahasa dan konteks pengguna Indonesia. Kekurangannya, kredit gratisnya sangat terbatas. Karena itu, sebaiknya dipakai untuk memeriksa keyword atau topik yang benar-benar jadi prioritas.

Cara Riset Keyword Gratis dengan Bantuan AI

ChatGPT untuk riset keyword dengan bantuan AI

Enam tool tersebut tidak perlu digunakan semuanya untuk setiap artikel. Workflow yang lebih efisien adalah menggunakan masing-masing tool sesuai fungsi.

1. Tentukan seed keyword

Mulai dari satu kata atau frasa yang menggambarkan topik utama. Misalnya: AC portable low watt

Jangan langsung mencari ratusan keyword. Tentukan terlebih dahulu kebutuhan kontennya, seperti apakah artikel ditujukan untuk edukasi, perbandingan produk, transaksi, atau menjawab masalah pengguna.

Baca Juga:  Cara Membuat Gambar Jadul dari AI GRATIS

2. Generate ide dengan AI

Masukkan seed keyword ke ChatGPT dan minta AI menghasilkan variasi berdasarkan search intent.  Contohnya: “Buat 30 ide keyword bahasa Indonesia dari seed keyword AC portable low watt. Kelompokkan menjadi informasional, komersial, perbandingan, dan problem-solving.”  Dari sini kamu akan mendapatkan daftar awal yang lebih luas.

3. Validasi volume dan competition

Jangan langsung menjadikan hasil AI sebagai target keyword. Masukkan kandidat yang paling relevan ke Google Keyword Planner atau tool SEO seperti Ahrefs dan Semrush. Periksa setidaknya:

  • volume pencarian;
  • lokasi;
  • tingkat kompetisi;
  • CPC jika relevan;
  • variasi keyword;
  • relevansi dengan bisnis atau website.

Google Keyword Planner sendiri menyediakan rata-rata pencarian bulanan berdasarkan periode dan pengaturan lokasi yang dipilih.

4. Cek tren dan SERP

Keyword dengan volume besar belum tentu menjadi pilihan yang tepat jika hasil pencariannya didominasi situs yang sangat kuat atau kebutuhan pengguna sudah berubah. Lakukan pencarian langsung di Google untuk melihat:

  • jenis konten yang muncul;
  • format halaman yang dominan;
  • apakah ada featured snippet;
  • apakah ada forum atau video;
  • apakah intent hasil pencarian sesuai dengan artikel yang ingin dibuat.

Untuk topik yang sedang berubah, kamu juga bisa menggunakan ChatGPT Search untuk mencari informasi terbaru dan memeriksa sumber yang muncul.

5. Cluster berdasarkan intent

Setelah keyword tervalidasi, kelompokkan keyword berdasarkan kebutuhan pengguna. Misalnya:

Cluster utama: AC portable low watt

  • AC portable low watt untuk kamar
  • AC portable 500 watt
  • AC portable hemat listrik
  • AC portable untuk listrik 900 watt
  • konsumsi listrik AC portable

Tidak semua keyword harus dibuat jadi artikel tersendiri. Kalau beberapa keyword punya search intent yang sama, kamu bisa menggabungkannya dalam satu artikel dengan struktur heading yang jelas. Dengan begitu, AI berperan mempercepat eksplorasi dan pengelompokan, sedangkan tool keyword memberi validasi berbasis data. Pada akhirnya, workflow gratis yang sederhana bisa berbentuk seperti ini:

ChatGPT → Ahrefs/Semrush/Ubersuggest → Google Keyword Planner → Google SERP → clustering.

Kamu juga tidak harus memakai semuanya. Untuk pemula, kombinasi ChatGPT dan Google Keyword Planner sudah cukup untuk memulai. Kalau butuh eksplorasi keyword dan metrik SEO yang lebih detail, tambahkan Ahrefs atau Semrush. Sementara AlsoAsked bisa dipakai saat kamu ingin menggali pertanyaan dan search intent lebih dalam.

Yang terpenting, jangan memilih keyword hanya karena volumenya tinggi. Keyword yang relevan dengan kebutuhan audiens, sesuai search intent, dan realistis untuk digarap biasanya jauh lebih berguna bagi strategi konten.

Riset keyword kini bisa dilakukan dengan bantuan AI dan berbagai tool gratis tanpa harus langsung berlangganan layanan premium. Temukan lebih banyak panduan AI, teknologi, dan tren digital terbaru hanya di kastakilat.id.

Zulfa M Fuadah
Ditulis oleh

Zulfa M Fuadah

Zulfa M Fuadah menulis untuk Kastakilat.id. Setiap artikel diriset dari sumber primer dan diperiksa redaksi sebelum tayang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan