Kastakilat.id – Dalam pengawasan dokumen 2020–2023, BPOM menemukan 16,67 persen produk tabir surya tidak punya dokumen pendukung klaim SPF-nya. Artinya, angka di botol sunscreen tidak selalu bisa dipercaya begitu saja.
Kastakilaters, cara membaca label sunscreen cukup dengan mengecek empat hal: angka SPF, tanda PA, tulisan broad spectrum, dan nomor notifikasi BPOM. Ini tujuh bagian label yang perlu dipahami sebelum membeli botol berikutnya.
Angka SPF dan Artinya
SPF atau sun protection factor mengukur seberapa baik produk menyaring sinar UVB, sinar yang bikin kulit terbakar dan memerah.
Angkanya tidak bergerak lurus. SPF 15 menyaring sekitar 93 persen UVB, SPF 30 sekitar 97 persen, dan SPF 50 sekitar 98 persen.
Angka SPF
UVB yang disaring
SPF 15
Sekitar 93 persen
SPF 30
Sekitar 97 persen
SPF 50
Sekitar 98 persen
American Academy of Dermatology menyarankan minimal SPF 30. Sejumlah klinik kulit di Indonesia menyebut SPF 50 layak dipilih untuk iklim tropis.
Yang menurut saya lebih masuk akal: pilih yang nyaman dipakai ulang. SPF 50 yang dioles setipis mungkin kalah efektif dibanding SPF 30 yang dioleskan cukup tebal.
SPF juga bukan ukuran waktu. FDA menegaskan angka lebih tinggi tidak berarti boleh berjemur lebih lama secara proporsional.
Tanda PA untuk Sinar UVA
Tanda PA menunjukkan perlindungan dari UVA, sinar yang berkaitan dengan penuaan dini dan flek.
Sistem ini berasal dari Jepang dan mengacu pada nilai PPD atau persistent pigment darkening. Sejak Januari 2013, asosiasi industri kosmetik Jepang membaginya menjadi empat tingkat.
| Label | Nilai PPD |
|---|---|
| PA+ | 2 sampai kurang dari 4 |
| PA++ | 4 sampai kurang dari 8 |
| PA+++ | 8 sampai kurang dari 16 |
| PA++++ | 16 ke atas |
Makin banyak tanda plus, makin kuat perlindungan UVA-nya. Produk dari Amerika atau Eropa biasanya memakai tulisan broad spectrum sebagai gantinya.
Botol yang hanya menulis SPF tanpa PA atau broad spectrum belum menjelaskan seberapa baik produk itu menahan UVA.
Bagian ini yang sering bikin orang keliru. Misalnya, seseorang membeli SPF 50 tanpa tanda PA karena angkanya besar, lalu heran flek di pipi tetap bertambah setelah tiga bulan naik motor.
Sinar UVB memang tertahan, tetapi UVA yang menembus awan dan kaca helm tidak ikut disaring.
Broad Spectrum dan Water Resistant
Broad spectrum berarti produk melindungi dari UVA sekaligus UVB, sehingga membantu mencegah kulit terbakar, penuaan dini, dan kanker kulit.
Untuk ketahanan air, FDA hanya mengizinkan dua klaim: water resistant untuk 40 menit dan very water resistant untuk 80 menit di dalam air.
Tidak ada sunscreen yang benar-benar waterproof. Klaim itu dilarang karena air dan keringat tetap membilasnya.
Jadi, tulisan waterproof atau sweatproof di kemasan adalah tanda tanya, bukan keunggulan.
Misalnya, bermain air 40 menit di Pantai Parangtritis sudah cukup menghabiskan perlindungan produk berlabel water resistant. Oleskan ulang begitu naik ke pasir, bukan saat sudah mau pulang.
Klaim Tanpa Definisi Resmi
Istilah sport, baby, sensitive skin, dan reef safe tidak didefinisikan FDA.
Produsen bebas memakainya untuk menandai formula tertentu, tetapi tidak ada standar uji di baliknya. Begitu pula kata sunblock, karena tidak ada produk yang memblokir seratus persen sinar matahari.
Klaim tanpa angka atau tanda yang bisa diukur adalah iklan, bukan informasi.
Cek Nomor Notifikasi BPOM
Di Indonesia, BPOM mensyaratkan klaim SPF didukung uji in vivo, yaitu pengujian langsung pada kulit manusia.
Uji in vitro dengan spektrofotometer hanya dianggap penyaringan awal. Dalam audit 2020–2023, tingkat ketidaksesuaian dokumen berkisar 53 sampai 100 persen per tahun, terutama karena data uji itu tidak bisa ditunjukkan.
Angka itu bukan berarti semua sunscreen di pasaran bermasalah. Cara paling gampang adalah Cek KLIK: Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa.
Nomor notifikasi bisa dicocokkan di situs BPOM sebelum checkout. Produsen yang klaimnya tidak sesuai bisa dikenai sanksi, dari perintah relabel sampai pencabutan izin.
Takaran dan Waktu Mengulang
Wajah butuh minimal satu sendok teh sunscreen, sedangkan seluruh tubuh orang dewasa butuh sekitar satu ons atau segelas sloki.
Nilai SPF diuji dengan takaran 2 miligram per sentimeter persegi, jauh lebih tebal dari pemakaian harian kebanyakan orang. Aturan dua ruas jari yang populer di media sosial kira-kira setara takaran wajah tadi.
Oleskan sekitar 15 menit sebelum keluar rumah. BPOM menyebut rentang 15–30 menit.
Jangan lupa leher, telinga, dan punggung kaki, area yang paling sering terlewat. Bibir juga butuh lip balm dengan SPF 30 atau lebih.
Ulangi setiap dua jam, atau segera setelah berenang, berkeringat, dan mengeringkan badan dengan handuk. Kebanyakan kulit terbakar terjadi karena tidak mengulang, memakai terlalu sedikit, atau produknya sudah kedaluwarsa.
Tapi bagaimana dengan yang seharian di kantor ber-AC? Jujur, tidak ada angka resmi untuk pekerja dalam ruangan, karena aturan dua jam dibuat untuk paparan langsung.
Saya sendiri mengulang sebelum keluar makan siang dan sekali lagi sebelum pulang. Terutama untuk perjalanan motor di Jogja yang sinar sorenya masih menyengat sampai jam empat.
Kedaluwarsa dan Perlindungan Tambahan
Sunscreen yang tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa sebaiknya dibuang tiga tahun setelah dibeli.
Tekstur yang berubah, berbau tengik, atau memisah adalah tanda produk sudah tidak layak. Simpan di tempat teduh, bukan di dasbor motor atau mobil yang panas.
Tulis tanggal pertama dibuka di tutup botol dengan spidol. Cara sederhana ini membantu mengingat umur produk yang dipakai bergantian di tas dan meja rias.
FDA juga mencatat sunscreen tidak disarankan untuk bayi di bawah enam bulan, dan versi semprot bisa mudah terbakar sehingga jangan dipakai dekat api.
Tidak ada sunscreen yang melindungi seratus persen. FDA menyarankan membatasi paparan antara pukul 10 pagi dan 2 siang, saat sinar UV paling kuat.
Topi bertepi lebar, kacamata hitam, dan berteduh tetap perlu. Kemarau tahun ini pun diprediksi lebih panjang, jadi kebiasaan itu perlu bertahan sampai hujan datang.
Malam ini, ambil botol sunscreen di tas dan cari empat hal tadi: SPF, PA atau broad spectrum, nomor BPOM, dan tanggal kedaluwarsa.



