Kastakilat.id – Unggulan keempat tunggal putra, Jonatan Christie, tersingkir oleh rekan senegaranya Moh Zaki Ubaidillah alias Ubed pada babak pertama French Open 2026, Selasa, 20 Oktober 2026. Ubed menang 16-21, 21-17, 21-17 dalam 69 menit di Arena Grand Paris. Kabar Jonatan Christie tersingkir di French Open 2026 langsung ramai karena unggulan justru tumbang di laga sesama Indonesia.
CNN Indonesia melaporkan skor, durasi, dan lokasi laga itu pada malam pertandingan. Sementara itu, komentar Ubed seusai laga berasal dari keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Jonatan Christie Tersingkir dalam Tiga Gim
Menurut laporan CNN Indonesia, gim pertama berjalan ketat. Skor sempat imbang dari 6-6 hingga 9-9, lalu Jonatan menjauh 12-9.
Ubed sempat memangkas jarak menjadi 14-15. Namun, Jonatan kemudian merebut lima poin beruntun hingga 20-14 dan menutup gim pembuka 21-16.
Gim kedua berbalik arah. Ubed unggul 8-4 dan memimpin 11-6 saat interval. Jonatan lalu mendekat menjadi 13-14, tetapi Ubed mengunci gim itu 21-17.
Di gim penentuan, Ubed melesat 5-0. Jonatan sempat menyamakan kedudukan 8-8 dan 11-11, tetapi Ubed kembali menjauh dan menang 21-17.
Ringkasnya, tabel berikut merangkum skor tiap gim berdasarkan laporan CNN Indonesia:
Gim Jonatan Ubed Momen kunci Pertama 21 16 Jonatan lepas dari 14-15 ke 20-14 Kedua 17 21 Ubed memimpin 11-6 saat interval Ketiga 17 21 Ubed membuka dengan 5-0, lalu lepas dari 11-11
Total poin keduanya pun nyaris sama: 55 untuk Jonatan dan 58 untuk Ubed (hitungan kami dari skor resmi). Selisih tiga poin itu menunjukkan betapa tipisnya laga 69 menit tersebut.
Kata Ubed Soal Tempo Permainan
Ubed mengakui awal laganya kurang meyakinkan. Dalam keterangan pers PBSI yang dikutip CNN Indonesia, ia menyebut dirinya masih ragu-ragu di gim pertama dengan tempo yang terlalu pelan.
Karena itu, ia menaikkan tempo dan mempercepat permainan pada gim kedua dan ketiga. Ubed juga mengaku senang bisa memetik pelajaran dari “koh Jonatan” dan menyebut laga itu pengalaman berharga.
Motivasinya juga datang dari hasil pekan sebelumnya. Ubed tersingkir di babak 32 besar Denmark Open pada 13 Oktober 2026 setelah kalah 8-21, 18-21 dari unggulan kedelapan asal Kanada, Victor Lai, seperti tercatat dalam rilis resmi PBSI.
Meski menang atas seniornya, Ubed tidak berpuas diri. Ia mengatakan performanya masih naik turun sehingga konsistensi harus ia buktikan di laga-laga berikutnya.
Kenapa Kekalahan Ini Jadi Sorotan
Pertama, status Jonatan sebagai unggulan keempat membuat kekalahan di laga pembuka terasa sebagai kejutan. Kedua, lawannya bukan pemain asing, melainkan tunggal muda pelatnas yang baru sepekan sebelumnya gagal di Denmark Open.

Musim ini Jonatan sebenarnya sempat tampil di partai puncak. Ia menjadi runner-up India Open 2026 setelah kalah 10-21, 18-21 dari Lin Chun-Yi asal Taiwan pada 18 Januari, menurut rilis PBSI hari itu.
Bagi pendukung bulu tangkis Indonesia, hasil di Paris punya dua sisi. Satu unggulan hilang lebih cepat dari perkiraan. Sebaliknya, tunggal putra tetap punya wakil di babak 16 besar, dan wakil itu pemain muda yang sedang naik.
Menurut kami, sorotan sebenarnya ada pada Ubed. Ia tidak sekadar lolos babak pertama; ia menumbangkan unggulan empat dan bangkit setelah kehilangan gim pembuka.
Lawan Ubed Berikutnya di French Open
Menurut Djarum Badminton, Ubed selanjutnya menghadapi pemain Jepang Koki Watanabe di babak kedua. Laga itu akan menguji ucapannya sendiri soal konsistensi, karena fokus pemain sering mengendur setelah kemenangan besar.
Di hari yang sama, wakil Indonesia lain juga melaju. Ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menang 21-18, 21-15 dalam 39 menit menurut CNN Indonesia. Ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah juga menang 22-20, 21-18 atas Jimmy Wong/Cheng Su Yin dari Malaysia, menurut rilis PBSI 20 Oktober 2026.
Pekan lalu sorotan bulu tangkis Indonesia jatuh pada ganda putra, saat Fajar/Fikri juara Denmark Open 2026. Kini, perhatian di Paris bergeser ke Ubed dan apakah ia sanggup melanjutkan kejutan saat bertemu Watanabe.





