Lampu LED vs Neon: Selisih Tagihan Listrik per Tahun

Lima bohlam berjajar: lampu pijar, pijar 3 tingkat, hibrida halogen-CFL, CFL spiral, dan LED
Dari kiri: bohlam pijar, CFL spiral, hingga LED berdampingan. Foto: Mark jurrens/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Dalam hitungan lampu LED vs neon kami, mengganti lima tabung neon 36 watt dengan tabung LED 16 watt memangkas tagihan sekitar Rp428.000 per tahun. Asumsi simulasinya: lampu menyala 8 jam per hari dengan tarif PLN golongan R-1 1.300 VA.

Namun, tabung LED itu hanya memancarkan 1.600 lumen, kira-kira separuh terang neon 3.100 lumen. Karena itu, pada terang yang sama, selisihnya tinggal sekitar 15%.

Bacaan Lainnya

Jadi, angka watt di kemasan saja tidak cukup untuk membandingkan. Untuk itu, simulasi di bawah memakai lembar data resmi produsen dan tarif PLN yang masih berlaku per 30 Oktober 2026.

Kalkulatornya bisa kamu isi dengan jumlah lampu dan golongan tarif di rumahmu sendiri.

Watt Tidak Sama dengan Terang

Lampu neon spiral (CFL) berwarna putih tergeletak di atas latar kuning-oranye
Lampu neon spiral (CFL) memakai fitting ulir, sedangkan terangnya tertera dalam lumen di kemasan. Foto: Didssph/Unsplash (Unsplash License)

Watt mengukur listrik yang dipakai lampu, sedangkan lumen (lm) mengukur cahaya yang keluar. Ukuran hemat yang adil adalah lumen per watt (lm/W), yaitu berapa banyak cahaya untuk setiap watt listrik.

Di sinilah klaim “LED pengganti” sering menyesatkan. Menurut lembar data Signify untuk Philips Ecofit LEDtube 1200 mm 16W, tabung LED itu memberi 1.600 lm.

Padahal tabung neon Philips MASTER TL-D Super 80 36W yang ia gantikan memancarkan 3.100 lm, juga menurut lembar data Signify untuk TL-D 36W.

Bohlam LED pun tidak otomatis lebih efisien. Lembar data Philips EcoHome LEDBulb 10W E27 (versi pasar luar negeri) mencantumkan 700 lm atau 70 lm/W.

Bahkan, angka itu di bawah tabung neon TL-D 36W yang mencapai 86 lm/W.

Baca Juga:  Jadwal Sholat Hari Ini 6 Oktober 2026

Karena itu, cek angka lumen dan label tanda hemat energi sebelum membeli. Aturan label bintang ini ada di Permen ESDM 14/2021 tentang standar kinerja energi minimum (SKEM).

Sementara itu, basis data kebijakan CLASP mencatat batas minimum 80 lm/W untuk lampu LED swabalast hingga 60 W, merujuk Kepmen ESDM 20.K/EK.07/DJE.S/2024.

Tabel Padanan Neon dan LED

Empat lampu tabung neon menyala terpasang berjajar di plafon putih
Tabung neon di armatur plafon masih umum di dapur, garasi, dan ruang kerja rumah. Foto: Declan Sun/Unsplash (Unsplash License)

Semua angka di tabel berasal dari lembar data resmi Signify (Philips) yang kami buka 30 Oktober 2026. Umur nominal neon TL-D adalah jam nyala sampai separuh lampu dalam pengujian padam, sedangkan pada tabung LED Ecofit angka 15.000 jam adalah titik ketika terangnya tinggal 70%.

LampuDayaTerangEfisiensiUmur
Neon TL-D 18W18,2 W1.350 lm75 lm/W15.000 jam
Neon TL-D 36W36,6 W3.100 lm86 lm/W15.000 jam
Tabung LED Ecofit 60 cm8 W800 lm100 lm/W15.000 jam
Tabung LED Ecofit 120 cm16 W1.600 lm100 lm/W15.000 jam
Bohlam LED EcoHome 10W10 W700 lm70 lm/W6.000 jam

Hasilnya, tabung LED 100 lm/W butuh sekitar 31 W untuk menyamai 3.100 lm neon 36W. Artinya, pada terang yang benar-benar setara, LED hanya menghemat sekitar 15% daya (hitungan redaksi dari angka lembar data).

Sebaliknya, untuk tabung 60 cm ceritanya lain. Produsen menyebut Ecofit 8W sebagai alternatif TL-D 18W, tetapi terangnya 800 lm dibanding 1.350 lm.

Per 1.000 lm, LED memakai 10 W, sedangkan neon 18W memakai sekitar 13,5 W.

Namun, lampu neon spiral (CFL) sengaja tidak masuk tabel. Lembar data resmi model yang kami cari tidak bisa kami buka per 30 Oktober 2026, jadi baca angka lumen langsung di kemasan lampumu.

Baca Juga:  Kamar Mandi Berjamur: Cara Membersihkan dan Mencegahnya

Hitungan Tagihan Lampu LED vs Neon Setahun

Rumusnya sederhana: kWh per bulan = watt × jam nyala per hari × 30 ÷ 1.000. Setelah itu, biaya = kWh × tarif per kWh.

Sebagai contoh, rumah simulasi kami punya lima titik lampu tabung yang menyala 8 jam sehari.

Pemerintah belum menetapkan tarif listrik triwulan IV 2026, sehingga tarif periode sebelumnya tetap berlaku sejak 1 Oktober menurut daftar tarif PLN versi detikFinance (1 Oktober 2026). Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 5 Oktober menyebut tarif kemungkinan tidak naik, tetapi belum memberi keputusan, menurut laporan CNBC Indonesia.

Grafik biaya listrik setahun lima lampu neon TL-D 36W dibanding tabung LED 16W dan LED setara terang
Simulasi biaya setahun lima lampu, 8 jam per hari, tarif R-1 1.300 VA; data daya dan lumen dari Signify. Grafik: kastakilat.id

Lima tabung neon 36W menghabiskan 43,9 kWh per bulan atau 527 kWh per tahun. Sebaliknya, lima tabung LED 16W hanya 19,2 kWh per bulan atau 230,4 kWh per tahun.

Simulasi redaksi per golongan tarif, memakai tarif PLN yang berlaku per 1 Oktober 2026:

Golongan (tarif/kWh)Neon 36WLED 16WSelisih/tahun
R-1 900 VA subsidi (Rp605)Rp318.859Rp139.392Rp179.467
R-1 900 VA RTM (Rp1.352)Rp712.558Rp311.501Rp401.057
R-1 1.300–2.200 VA (Rp1.444,70)Rp761.415Rp332.859Rp428.556

Namun, simulasi ini belum memasukkan rugi daya ballast magnetik pada neon dan pajak penerangan jalan yang besarnya berbeda tiap daerah. Menurut daftar tarif triwulan III 2026 versi Kompas TV, tarif R-1 900 VA subsidi adalah Rp605.

Sementara itu, untuk terang setara (LED 31 W), simulasi kami di golongan 1.300 VA menunjukkan selisih tinggal sekitar Rp116.500 per tahun.

Kalkulator Selisih Tagihan Lampu LED vs Neon

Isi jumlah lampu, watt, jam nyala, dan golongan tarifmu untuk melihat selisih biaya listrik per bulan dan per tahun.

Pemakaian lampu neon per bulan (kWh)43,2
Pemakaian lampu LED per bulan (kWh)19,2
Selisih biaya per bulanRp34.673
Selisih biaya per tahunRp416.074
Titik impas harga LED (bulan)7,21

Simulasi: 1 bulan = 30 hari; watt di label lampu belum termasuk rugi daya ballast magnetik dan pajak penerangan jalan daerah. Tarif triwulan IV 2026 belum diumumkan resmi per 30 Okt 2026, jadi tarif periode sebelumnya dipakai. Titik impas 0 berarti lampu LED tidak lebih hemat.

Baca Juga:  Cara Mengusir Semut di Rumah agar Tidak Balik Lagi

Sumber: Tarif PLN yang berlaku per 1 Oktober 2026 (dihimpun detikFinance, 1 Okt 2026); rumus kWh = watt x jam x 30 / 1.000

Contoh pengisian kalkulator: lima lampu, neon 36 W, LED 16 W, 8 jam per hari, golongan R-1 1.300–2.200 VA, dan harga LED Rp50.000 menghasilkan selisih Rp416.074 per tahun. Angkanya sedikit di bawah tabel karena kalkulator memakai watt label 36 W, bukan 36,6 W dari lembar data.

Titik Impas Harga Lampu LED

Titik impas = harga lampu LED ÷ penghematan per bulan. Dalam simulasi kami, satu tabung 36W yang berganti ke LED 16W dan menyala 8 jam sehari menghemat 4,94 kWh per bulan.

Hitungan redaksi: nilainya Rp7.143 di golongan 1.300 VA, sedangkan di 900 VA subsidi hanya Rp2.991.

Meski begitu, harga di tabel simulasi berikut hanya contoh, bukan harga toko. Isi harga belanjaanmu di kalkulator agar hasilnya sesuai.

Contoh harga LED900 VA subsidi900 VA RTM1.300–2.200 VA
Rp30.00010,0 bulan4,5 bulan4,2 bulan
Rp50.00016,7 bulan7,5 bulan7,0 bulan
Rp75.00025,1 bulan11,2 bulan10,5 bulan

Bagi pelanggan subsidi, waktu impasnya lebih dari dua kali lipat karena tarifnya kurang dari separuh tarif nonsubsidi. Tetap saja, menurut lembar data Signify, tabung neon dan Ecofit sama-sama berumur nominal 15.000 jam, atau sekitar 5 tahun bila menyala 8 jam sehari.

Artinya, di semua contoh harga pada tabel, lampu LED sudah balik modal jauh sebelum mencapai umur nominalnya.

Kapan Sebaiknya Pilih Tetap Neon

Tidak semua lampu perlu kamu ganti sekarang. Penghematan bergantung pada jam nyala, jadi lampu yang jarang menyala hampir tidak mengubah tagihan.

  • Lampu yang menyala sekitar 1 jam sehari, misalnya di kamar mandi atau gudang. Simulasi kami: selisihnya hanya sekitar Rp893 per bulan di golongan 1.300 VA, sehingga LED Rp50.000 baru impas setelah kira-kira 56 bulan.
  • Neon yang masih sehat, terutama di rumah 900 VA subsidi. Pakai sampai rusak, lalu ganti dengan LED, supaya uang tidak keluar dua kali.
  • Tabung neon yang masih menyala normal, bahkan jika sudah tua. Setiap tabung TL-D mengandung 1,7 mg merkuri menurut lembar data Signify, jadi membuang tabung sehat lebih cepat hanya menambah limbah berbahaya.

Sebaliknya, prioritaskan lampu yang menyala paling lama, seperti teras malam, dapur, dan ruang keluarga. Lampu biasanya juga bukan penyedot listrik terbesar di rumah; untuk mencari yang lebih besar, cek daftar alat rumah tangga paling boros listrik.

Mengganti Tabung Neon ke LED

Empat tahap mengganti tabung neon T8: armatur awal, ballast dan starter dilepas, kabel disambung langsung, tabung LED menyala
Contoh konversi armatur neon: teknisi melepas ballast dan starter sebelum memasang tabung LED T8. Foto: Dmitry G/Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Untuk bohlam CFL berfitting E27, kamu tinggal memutar lepas lalu memasang bohlam LED berfitting sama. Tabung neon lebih rumit karena armaturnya punya ballast dan starter.

  1. Matikan MCB atau sakelar lampu sebelum membuka armatur.
  2. Setelah itu, cek jenis ballast: magnetik (kotak berat dengan starter kecil) atau elektronik.
  3. Selanjutnya, pilih tabung LED yang kemasannya menyebut cocok dengan ballast itu. Ecofit, misalnya, tertulis “EM/Mains”: bisa bekerja dengan ballast elektromagnetik atau langsung ke listrik.
  4. Bila tabung harus tersambung langsung ke listrik, minta teknisi melepas ballast dan merapikan kabelnya, seperti pada foto di atas.
  5. Pasang tabung, nyalakan, lalu catat angka kWh meter selama beberapa hari untuk membandingkan pemakaian.

Ikuti petunjuk kemasan soal starter, karena tiap produk berbeda. Terakhir, jangan memasang tabung LED khusus listrik langsung ke armatur yang ballast-nya masih terpasang.

Yang Perlu Kamu Putuskan

Pertama, mulailah dari dua angka di kemasan: lumen dan watt. Jika LED pengganti terangnya jauh di bawah neon lama, penghematan besar di tagihan datang dari cahaya yang berkurang, bukan semata dari teknologinya.

Ganti dulu lampu yang menyala paling lama, terutama di golongan nonsubsidi. Setelah itu, cek ulang tarif begitu ESDM mengumumkan tarif triwulan IV.

Bila kamu juga menimbang alat pemanas air, hitungan serupa ada di perbandingan water heater listrik vs gas.

Diana Runiana
Ditulis oleh

Diana Runiana

Perempuan asli Gamping, Sleman. Suka menulis, membaca, dan menggambar.

Pos terkait