Kastakilat.id – Setrika 1.400 watt terlihat paling rakus di atas kertas, tetapi dalam hitungan redaksi biaya bulanannya justru kalah dari rice cooker yang menyala seharian dalam mode hangat. Pemborosan listrik rumah tangga lebih sering datang dari alat yang menyala lama, bukan alat berdaya besar.
Daftar alat rumah tangga paling boros listrik di bawah ini mengurutkan alat berdasarkan biaya per bulan, bukan hanya watt. Hitungannya memakai tarif Rp1.444,70 per kWh untuk golongan 1.300 VA sampai 2.200 VA, lengkap dengan asumsi jam pakai yang bisa kamu sesuaikan.
Daftar Alat Rumah Tangga Paling Boros
Rumusnya: watt × jam pakai per hari ÷ 1.000 × 30 hari × tarif per kWh. Rumus ini sama dengan panduan Virginia Cooperative Extension untuk menghitung energi peralatan rumah.
Alat
Daya Hitungan
Jam per Hari
Biaya per Bulan
AC 1 PK
850 W
8 jam
Rp294.700
Dispenser air panas
385 W
6 jam pemanas aktif
Rp100.100
Rice cooker mode hangat
45 W
20 jam
Rp39.000
Setrika
1.400 W
30 menit
Rp30.300
Mesin cuci
425 W
1 jam
Rp18.400
Pengering rambut
1.500 W
10 menit
Rp10.800
Angka di tabel adalah hitungan redaksi dengan asumsi jam pakai, jadi hasil di rumahmu bisa lebih tinggi atau lebih rendah. Selain itu, biaya belum termasuk pajak penerangan jalan.
Pemanas Air dan AC di Urutan Atas
Dua alat ini menyedot listrik paling banyak karena dayanya besar sekaligus sering menyala lama.
Pemanas Air Listrik
Pertama, pemanas air tipe tangki termasuk alat berdaya paling besar di rumah. Data Virginia Cooperative Extension mencatat 4.500 sampai 5.500 watt untuk tangki 40 galon atau sekitar 150 liter.
Pemanas air rumahan di Indonesia umumnya bertangki lebih kecil, sehingga dayanya bisa jauh di bawah angka itu. Karena itu, cek label daya di unitmu sebelum menghitung, lalu matikan pemanas saat tidak ada yang mandi. Untuk keluarga yang mandi air hangat hanya pagi hari, pengatur waktu atau saklar terpisah sudah cukup untuk memangkas jam menyala.
AC 1 PK
Selanjutnya, AC 1 PK berdaya sekitar 700 sampai 1.000 watt, dan hitungan redaksi memakai titik tengah 850 watt. Dengan pemakaian 8 jam sehari, biayanya sekitar Rp294.700 per bulan, sehingga AC hampir selalu menjadi penyumbang terbesar tagihan.
Rincian biaya per ukuran PK dan pengaruh AC inverter ada di artikel biaya listrik AC per bulan. Setel suhu 24 sampai 26 derajat Celsius agar kompresor tidak bekerja terlalu keras.
Alat yang Menyala Seharian
Bahkan, alat berdaya kecil bisa menjadi boros karena terus menyala tanpa pernah kamu matikan. Inilah kategori yang paling sering terlupa saat orang berusaha berhemat.
Dispenser Air Panas
Dispenser Sharp SWD-72EHL, misalnya, memakai pemanas 185 atau 385 watt dan pendingin hingga 100 watt menurut spesifikasinya. Akibatnya, pemanas itu menyala berulang kali untuk menjaga air tetap panas, bahkan saat semua orang tidur.
Dengan asumsi pemanas aktif total 6 jam sehari, biayanya sekitar Rp100.100 per bulan. Jadi, matikan saklar air panas di malam hari atau saat rumah kosong, lalu nyalakan lagi sekitar 15 menit sebelum kamu butuh air panas.
Rice Cooker Mode Hangat
Sebagai contoh, rice cooker Miyako memakai sekitar 300 sampai 400 watt saat memasak dan 40 sampai 50 watt saat menghangatkan, menurut rangkuman spesifikasi model di Kumparan. Proses memasak hanya butuh sekitar 30 menit, tetapi mode hangat sering menyala hampir seharian.
Hitungan redaksi menunjukkan memasak sekali sehari hanya sekitar Rp7.600 per bulan. Sebaliknya, mode hangat selama 20 jam menghabiskan sekitar Rp39.000, atau lima kali lipatnya.
Setrika, Pengering Rambut, dan Mesin Cuci
Ketiga alat ini berdaya besar, tetapi biayanya terkendali karena hanya menyala sebentar.
Setrika Listrik
Sementara itu, setrika berdaya 1.000 sampai 1.800 watt menurut Virginia Cooperative Extension. Dengan pemakaian 30 menit sehari pada 1.400 watt, biayanya sekitar Rp30.300 per bulan.
Menurut saya, menyetrika sekaligus seminggu sekali lebih hemat daripada menyetrika satu baju setiap pagi. Alasannya, setrika butuh waktu dan energi untuk memanas setiap kali kamu menyalakannya, dan panas sisa setelah dicabut juga masih bisa dipakai untuk kain tipis.
Pengering Rambut dan Mesin Cuci
Kemudian, pengering rambut berdaya 1.200 sampai 1.875 watt, tetapi pemakaian 10 menit sehari hanya sekitar Rp10.800 per bulan. Sementara itu, mesin cuci berdaya 350 sampai 500 watt, sehingga satu jam sehari sekitar Rp18.400 per bulan.
Untuk mesin cuci, isi tabung sesuai kapasitas, karena mencuci setengah muatan berarti energi yang sama untuk cucian yang lebih sedikit.
Penyedot debu juga masuk kelompok ini, dengan daya 1.000 sampai 1.440 watt menurut Virginia Cooperative Extension. Namun, jika kamu memakainya 20 menit sebanyak tiga kali seminggu, hitungan redaksi hanya sekitar Rp7.600 per bulan, jauh di bawah dispenser.
Cara Menghitung Biaya Alat Sendiri
Angka di atas hanya contoh, jadi hitung ulang dengan alat dan kebiasaan di rumahmu.
- Cari daya alat dalam watt di stiker atau pelat nama di bagian belakang atau bawah alat.
- Perkirakan jam pakai per hari, lalu kalikan dengan daya dan bagi 1.000 untuk mendapat kWh harian.
- Kalikan kWh harian dengan 30 hari dan tarif golonganmu, misalnya Rp1.444,70 per kWh.
- Untuk kulkas, bagi waktu menyala dengan tiga, karena kompresornya hidup-mati otomatis menurut panduan Virginia Cooperative Extension.
Cara paling akurat adalah membandingkan angka di kWh meter sebelum dan sesudah alat menyala, seperti cara cek kWh meter dengan kode tombol di meteran. Dengan begitu, kamu mendapat angka nyata, bukan perkiraan.
Mulai dari dua alat yang menyala paling lama di rumahmu malam ini, yaitu dispenser dan rice cooker, karena keduanya paling mudah dimatikan tanpa mengurangi kenyamanan.





