Kamar Mandi Berjamur: Cara Membersihkan dan Mencegahnya

Kamar mandi bersih dengan keramik putih, wastafel, kloset, dan bak mandi bertirai gelap
Kamar mandi berkeramik putih yang bersih dan terang, lengkap dengan wastafel dan bak mandi. Foto: Francesca Tosolini/Unsplash (Unsplash License).

Kastakilat.id – Sabun, air, sikat, dan pengeringan yang tuntas hampir selalu cukup untuk mengangkat jamur di kamar mandi. Inti cara membersihkan kamar mandi berjamur justru ada di dua hal yang sering terlewat: memilih alat sesuai permukaan, lalu memutus sumber lembapnya.

Panduan ini memisahkan langkah untuk keramik, nat, lantai, tembok, silikon, kaca, dan cermin. Selain itu, ada daftar campuran pembersih yang tidak boleh bertemu, karena banyak panduan lain melewatkan bagian ini.

Bacaan Lainnya

Bedakan Jamur dari Noda Biasa

Menurut CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS), jamur tampak sebagai bintik dengan beragam warna dan sering berbau apek. Lembaga itu juga menyebut kita tidak perlu tahu jenis jamurnya untuk mulai membersihkan.

Ada tiga petunjuk praktis untuk mengenalinya. Bintik hitam atau hijau di nat yang tetap muncul walau sering kena sikat, bau apek di sudut yang jarang kering, dan bercak yang menyebar dari pojok plafon besar kemungkinan adalah jamur.

Sebaliknya, lapisan putih keras di keran atau kaca biasanya kerak air dan sisa sabun. Cara membersihkannya berbeda, jadi jangan langsung menuang pemutih ke semua bercak.

Ukur juga luasnya. EPA (Badan Perlindungan Lingkungan AS) menyebut area di bawah sekitar 10 kaki persegi umumnya bisa kita tangani sendiri. Angka itu setara kira-kira petak 90 x 90 cm; lebih luas dari itu, atau ada bekas bocor besar, sebaiknya panggil tenaga berpengalaman.

Siapkan Ventilasi, Sarung Tangan, dan Batas Campuran

Sebelum menyikat, buka jendela dan pintu, lalu nyalakan exhaust fan bila ada. Berikutnya, siapkan perlengkapan sesuai saran panduan jamur dan kelembapan EPA:

  • Sarung tangan panjang sampai tengah lengan bawah. Untuk air dan deterjen ringan, sarung tangan karet rumah tangga sudah cukup.
  • Sarung tangan nitril, neoprena, atau PVC bila memakai pemutih atau pembersih keras.
  • Kacamata pelindung tanpa lubang ventilasi, supaya spora dan cipratan tidak masuk ke mata.
  • Masker N95 untuk membatasi spora yang terhirup, terutama saat menyikat plafon.
Baca Juga:  Persiapan Musim Hujan: Cek Rumah dan Motor

Kemudian, kenali campuran yang terlarang. Menurut Dinas Kesehatan Negara Bagian Washington, pemutih klorin yang bertemu amonia menghasilkan gas kloramin beracun. Pemutih yang bertemu asam melepaskan gas klorin.

Peringatan: jangan pernah mencampur pemutih dengan cuka, pembersih kloset, pembersih saluran, penghilang karat, hidrogen peroksida, atau pembersih kaca. Dinas kesehatan yang sama mencatat sebagian pembersih kaca mengandung amonia atau asam, dan urine di kloset pun mengandung amonia.

Jebakan paling umum di kamar mandi adalah menyiram pemutih ke lantai, lalu memakai pembersih kloset di dekatnya. Jadi, pakai satu produk per sesi dan bilas tuntas sebelum pindah ke produk lain.

Bersihkan Keramik dan Nat Kamar Mandi Berjamur

Tangan membersihkan nat keramik dinding kamar mandi dengan sikat steam cleaner yang mengeluarkan uap
Kepala sikat menyasar garis nat, tempat jamur paling sering bersarang. Foto: Aurum Gebäudereinigung Kassel/Unsplash (Unsplash License).

Keramik tidak berpori, sedangkan nat semen menyerap air. Karena itu, nat hampir selalu menjadi sarang pertama. EPA menyarankan menggosok jamur di permukaan keras dengan deterjen dan air, lalu mengeringkannya sepenuhnya.

  1. Basahi area berjamur dengan air sabun atau deterjen supaya spora tidak beterbangan saat kita menyikat.
  2. Bersihkan nat searah garisnya memakai sikat gigi bekas atau sikat berbulu kaku, lalu gosok keramik dinding dan lantai dengan spons.
  3. Bilas dengan air bersih dari atas ke bawah, sehingga kotoran dari dinding tidak menempel lagi di lantai yang sudah bersih.
  4. Gunakan larutan pemutih encer bila bintik hitam masih tersisa di nat. CDC membatasi takarannya maksimal 1 cangkir pemutih per 1 galon air, atau sebagai contoh hitungan kami, kira-kira 240 ml untuk 3,8 liter.
  5. Bilas lagi sampai bau pemutih hilang, kemudian keringkan lantai dan dinding dengan kain atau karet pengering.

Pemutih bukan langkah wajib. Bahkan, EPA tidak menyarankan biosida seperti klorin sebagai kebiasaan rutin, dan mengingatkan bahwa jamur mati tetap bisa memicu alergi. Jadi, yang terpenting adalah mengangkatnya, bukan sekadar membunuhnya.

Tembok Bercat dan Plafon

Untuk tembok kamar mandi yang berjamur, lap dengan kain basah bersabun, jangan menyikatnya kasar sampai catnya terkelupas. Setelah kering, jangan langsung mengecat ulang. Menurut EPA, cat yang menimpa permukaan berjamur cenderung mengelupas.

Plafon gipsum atau papan yang berjamur berbeda cerita. EPA menyebut pemilik rumah mungkin harus membuang bahan berpori seperti plafon, karena jamur mengisi rongganya dan sulit hilang tuntas.

Rawat Silikon, Kaca, dan Cermin dengan Lembut

Sekat kaca shower dengan gagang emas di kamar mandi berlantai marmer, bak mandi, dan cermin
Spons lembut dan kain kering sudah cukup untuk merawat sekat kaca dan cermin. Foto: Ronnie George/Unsplash (Unsplash License).

Silikon di sudut bak dan sekat shower lebih lunak daripada keramik. Gosok dengan spons sisi lembut dan air sabun, bukan sabut kawat, karena goresan justru menjadi celah baru bagi air dan kotoran.

Masalahnya, bintik hitam yang sudah masuk ke dalam silikon sering tidak hilang. EPA mengakui jamur bisa meninggalkan noda permanen. Dalam kondisi itu, mengganti silikon biasanya lebih masuk akal daripada terus menyiramnya dengan pemutih.

Bila memilih mengganti, kerok silikon lama, bersihkan, dan biarkan kering dulu. EPA secara khusus melarang menutup permukaan berjamur dengan sealant baru.

Untuk kaca dan cermin yang berjamur, lap dengan air sabun lalu keringkan dengan kain mikrofiber. Pilih satu jenis pembersih saja, karena pembersih kaca bisa mengandung amonia yang berbahaya bila bertemu sisa pemutih.

Tabel berikut merangkum cara membersihkan kamar mandi berjamur per permukaan. Isinya berasal dari panduan EPA, CDC, dan dinas kesehatan Washington, bukan dari uji redaksi.

PermukaanCara MembersihkanYang Dihindari
Keramik dan lantaiAir sabun atau deterjen, gosok, bilas, keringkanMencampur pemutih dengan pembersih kloset
Nat semenSikat kaku; pemutih encer bila bintik tersisaPemutih pekat atau tanpa ventilasi
Tembok bercatLap kain basah bersabun, keringkanMengecat ulang sebelum jamur hilang
SilikonSpons lembut; ganti bila noda menetapSabut kawat, menimpa dengan silikon baru
Kaca dan cerminAir sabun, kain mikrofiberPembersih kaca setelah memakai pemutih
Plafon berporiBersihkan permukaan bila ringanMempertahankan bagian yang sudah lapuk

Bagaimana dengan cuka dan baking soda? Kami belum menemukan panduan lembaga kesehatan yang menetapkan takaran keduanya untuk jamur kamar mandi, sehingga hasilnya bervariasi. Namun, satu hal jelas: cuka bersifat asam dan tidak boleh bertemu pemutih.

Kenali Penyebab Jamur Terus Kembali

Kisi ventilasi exhaust di plafon kamar mandi dekat bilik shower dan lampu plafon
Kisi exhaust di plafon membuang uap air sebelum mengembun di dinding. Foto: Tomwsulcer/Wikimedia Commons (Domain Publik).

Prinsipnya sederhana: tanpa air, jamur tidak tumbuh. EPA menegaskan bahwa membersihkan jamur tanpa memperbaiki sumber air kemungkinan besar membuat masalahnya kembali.

Di kamar mandi, sumbernya biasanya tiga: uap air yang terperangkap, genangan di lantai, dan kebocoran pipa. Untuk uap, EPA meminta kita menyalakan kipas atau membuka jendela saat mandi. CDC menambahkan bahwa exhaust fan sebaiknya membuang udara ke luar rumah.

Selain itu, higrometer murah bisa membantu mengukur kelembapan. EPA menyarankan kelembapan ruangan di bawah 60 persen, idealnya 30–50 persen, sedangkan CDC memakai batas 50 persen.

Bagi kamar mandi tanpa jendela, target itu memang sulit tercapai. Namun, embun di kaca dan dinding adalah tanda kelembapan tinggi, dan EPA meminta kita segera mengeringkan permukaan basah. Saat musim hujan, risikonya ikut naik; kami sudah merangkum persiapan rumah menghadapi musim hujan.

Satu hal lagi: keset kain dan karpet. CDC menyarankan tidak memakai karpet di ruangan selembap kamar mandi, jadi ganti dengan keset yang cepat kering dan jemur rutin.

Biasakan Rutinitas 2 Menit Setelah Mandi

Durasi dua menit ini patokan kami, bukan angka dari lembaga mana pun. Meski begitu, setiap langkahnya mengikuti saran EPA untuk mengurangi air dan menambah aliran udara.

  1. Keringkan kaca shower, cermin, dan dinding dengan karet pengering.
  2. Arahkan genangan di lantai ke saluran pembuangan.
  3. Biarkan pintu atau jendela terbuka, atau nyalakan exhaust fan beberapa menit.
  4. Pindahkan handuk dan keset ke luar kamar mandi agar cepat kering.

Selain itu, kami menyarankan sikat nat ringan seminggu sekali sebagai contoh jadwal. Menurut EPA, membersihkan lebih sering dan memperbaiki ventilasi biasanya cukup menekan jamur yang suka muncul lagi di kamar mandi.

Bila jamur juga mulai menyerang pakaian, masalahnya biasanya sama: lembap. Langkahnya kami bahas terpisah dalam panduan mencegah baju dan lemari berjamur.

Kamar mandi tidak akan pernah bebas spora sama sekali. Tetapi, kamar mandi yang kering setiap hari jarang memberi jamur kesempatan untuk kembali.

Runia Redaksi
Ditulis oleh

Runia Redaksi

Perempuan asli Gamping, Sleman. Suka menulis, membaca, dan menggambar.

Pos terkait