An Se Young Juara French Open 2026, Yamaguchi Soroti Error

An Se Young berseragam putih Team Korea berdiri di panggung bersama Menteri Park Bo-gyoon dan perenang Kim Woo-min
An Se Young (kiri) di peluncuran Team Korea Asian Games, Seoul, September 2023. Foto: Kim Sunjoo/KOCIS via Wikimedia Commons (CC BY-SA 2.0)

Kastakilat.id – Nama An Se Young dan Akane Yamaguchi ramai jadi bahan obrolan setelah An Se Young juara French Open 2026 pada Minggu, 25 Oktober 2026. Itu gelar ketiganya secara beruntun di Paris. Sehari kemudian, Yamaguchi yang tersingkir lebih awal justru menilai An lebih banyak membuat kesalahan di turnamen itu dibanding saat di Denmark Open sepekan sebelumnya maupun di Asian Games.

Penilaian itu terasa janggal bagi sebagian penggemar, karena An pulang membawa trofi. Namun, Yamaguchi berbicara sebagai rival yang sudah 10 kali beruntun kalah dari An.

Bacaan Lainnya

An Se Young Bangkit dari Gim Pertama

Menurut laporan resmi Korea.net tertanggal 26 Oktober 2026, An mengalahkan wakil India Pusarla V. Sindhu dengan skor 16-21, 21-11, 21-12. Final turnamen BWF World Tour Super 750 itu berlangsung di Arena Grand Paris, Tremblay-en-France.

Sindhu, peringkat ke-11 dunia menurut Korea.net, sempat merebut gim pembuka. Setelah itu, An menguasai dua gim berikutnya dengan selisih 10 dan 9 poin.

Lapangan Arena Grand Paris saat final tunggal putri French Open 2026 antara An Se Young dan P.V. Sindhu
Suasana final tunggal putri di Arena Grand Paris pada 25 Oktober 2026 dari sudut tribune. Foto: Chris93 via Wikimedia Commons (CC BY 4.0)

Jalan An menuju final juga mulus. Star News Korea melaporkan ia menyingkirkan Han Yue dari China 21-13, 21-16 dalam 36 menit di perempat final.

Di semifinal, ia kembali mengalahkan wakil Jepang Nozomi Okuhara.

Rekor yang Ikut Bertambah di Paris

Gelar ini menambah daftar panjang catatan An. Korea.net mencatat gelar French Open tersebut sebagai yang keempat baginya, setelah 2019, 2024, dan 2025.

  • Gelar ke-10 sepanjang musim 2026, termasuk emas tunggal putri Asian Games.
  • Menurut Korea.net, rekor 66 menang dan 1 kalah dari 67 laga musim ini, atau 98,5% kemenangan.
  • Total 48 gelar tunggal putri internasional, terbanyak dalam catatan BWF.
Baca Juga:  Joshua Baker, Adik Mitchell Baker, Ikut TC Timnas U-20

Bagi pembaca Indonesia, angka terakhir punya arti khusus. Menurut Korea.net, An sebelumnya sudah melewati catatan 46 gelar milik legenda Indonesia, Susi Susanti.

Yamaguchi Tersingkir di Babak Kedua

Berbeda dengan An, Yamaguchi tidak melangkah jauh. Menurut laporan hasil Badminton Spirit (Jepang), ia kalah 19-21, 18-21 dari Ashmita Chaliha asal India dalam 37 menit pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Akane Yamaguchi berkaus hitam membawa tas raket biru tersenyum sebelum bertanding
Akane Yamaguchi sebelum perempat final Indonesia Open 2015 di Jakarta. Foto: Tan (14_15_puzzle) via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Kekalahan itu cukup mengejutkan. Sepekan sebelumnya, Yamaguchi masih menjadi runner-up Denmark Open. Di final Odense, ia kalah 21-23, 21-14, 21-18 dari An, menurut laporan Star News Korea pada 19 Oktober 2026.

Yamaguchi Soroti Error An di Paris

Komentar yang memicu perbincangan muncul dalam wawancara kepulangan di Badminton Spirit pada 26 Oktober 2026. Di sana, Yamaguchi menyebut An membuat lebih banyak kesalahan di French Open dibanding di Denmark Open maupun Asian Games.

Ia tidak menyebut An bermain buruk. Ia menyampaikannya saat membahas kondisi arena yang berbeda di tiap turnamen. Ia mengaku sendiri kesulitan beradaptasi dengan lapangan di Denmark dan Prancis.

Dalam wawancara yang sama, Yamaguchi mengakui kini sudah kalah 10 kali beruntun dari An. Karena itu, rencananya adalah menyesuaikan diri dengan kondisi tiap arena dan memaksa An memukul bola-bola sulit.

Kami membaca pernyataan itu sebagai catatan taktik dari rival, bukan sindiran. Kesalahan yang lebih banyak tetap tidak cukup bagi lawan-lawan An untuk menghentikannya di Paris.

Kelelahan Usai Asian Games Aichi

Yamaguchi juga menjelaskan kekalahannya sendiri kepada Badminton Spirit. Ia merasa lelah secara fisik dan mental setelah Asian Games di Aichi, sehingga tidak mampu bertahan pada pekan kedua tur Eropa.

Selain itu, ia sempat cedera pada Januari dan baru bisa bergerak normal sekitar April. Sejak itu, jadwal turnamennya padat dengan intensitas tinggi.

Baca Juga:  Aston Villa vs Manchester City: Head to Head dan Prediksi

Ia pun membawa pelajaran dari final Denmark. Saat tertinggal 10-14 di gim pertama, Yamaguchi mempercepat tempo dan terus menyerang hingga merebut gim itu.

Meski begitu, ia menilai gaya tersebut sulit ia jalankan sepanjang laga.

Laga Berikutnya yang Perlu Dipantau

Yamaguchi menyebut Kumamoto Masters Super 500 pada November sebagai target berikutnya, dengan prioritas memulihkan kondisi fisik lebih dulu. Wakil Indonesia di Paris pekan lalu juga punya cerita sendiri, termasuk saat Jonatan Christie tersingkir di babak pertama.

Sementara itu, sektor ganda putra sempat memberi kabar baik saat Fajar/Fikri juara Denmark Open 2026. Bila An dan Yamaguchi kembali bertemu di Kumamoto, pertanyaannya sederhana: apakah rentetan 10 kemenangan An akan berlanjut?

Diana Runiana
Ditulis oleh

Diana Runiana

Perempuan asli Gamping, Sleman. Suka menulis, membaca, dan menggambar.

Pos terkait