7 Cara Mendinginkan Rumah Tanpa AC Saat Kemarau Panjang

Rumah joglo beratap tinggi dikelilingi pepohonan dan halaman rumput
Rumah joglo beratap tinggi dan teduh/Foto: Alharomain354/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Kastakilat.id – Jam dua siang di rumah kontrakan daerah Bantul, kipas meja sudah berputar di angka tiga, tapi dinding kamar masih terasa hangat saat disentuh. Prakiraan BMKG yang dikutip Harian Jogja mencatat suhu Kota Jogja menyentuh 34 derajat Celsius pada 25 September.

Kastakilaters, panas seperti ini diperkirakan masih bertahan sepanjang Oktober sebelum hujan datang bertahap mulai November. Ini tujuh cara mendinginkan rumah tanpa AC, dari yang gratis sampai yang butuh sedikit biaya.

Bacaan Lainnya

1. Tutup Tirai Sebelum Jam Sembilan

Sinar matahari yang masuk lewat kaca adalah sumber panas paling cepat di siang hari.

British Red Cross menyarankan menutup jendela dengan tirai, blinds, atau penutup luar saat siang. Tutup juga jendelanya di jam paling panas supaya udara luar yang hangat tidak masuk.

Mulai dari jendela sisi timur di pagi hari, lalu sisi barat sebelum jam dua. Tirai berwarna terang biasanya memantulkan lebih banyak cahaya daripada tirai gelap.

2. Buka Jendela Setelah Magrib

Udara malam yang lebih sejuk adalah pendingin gratis, asal alirannya tidak terhalang.

Buka jendela di dua sisi rumah yang berseberangan supaya terjadi sirkulasi silang. Karena itu, jendela yang menghadap arah datang angin bekerja paling baik.

Kesalahan yang sering terlihat: jendela dibuka siang hari saat udara luar justru lebih panas dari dalam rumah. Hasilnya, rumah malah menyimpan panas sampai malam.

3. Arahkan Kipas ke Badan

Kipas angin plafon cokelat sedang berputar di langit-langit putih
Kipas plafon yang sedang berputar/Foto: Veera.sj/Wikimedia Commons (CC0)

Kipas mendinginkan orang lewat hembusan angin, bukan menurunkan suhu ruangan.

Karena itu, arahkan kipas ke tempat duduk atau kasur, bukan ke dinding. Matikan saat keluar kamar, sebab kipas yang berputar di ruangan kosong hanya menghabiskan listrik.

Baca Juga:  Cara Merawat Batik agar Awet dan Warnanya Tidak Pudar

Untuk kipas plafon, pastikan putarannya berlawanan arah jarum jam di musim panas supaya angin terdorong ke bawah.

Ada batasnya juga. British Red Cross menyarankan pemakaian kipas saat suhu di bawah 35 derajat. Sebaliknya, di atas suhu itu angin kipas terasa seperti hembusan udara hangat.

4. Matikan Peralatan yang Tak Terpakai

Televisi, charger, dan komputer tetap mengeluarkan panas walau sedang tidak aktif.

Matikan dan cabut steker peralatan yang menganggur, lalu kurangi lampu yang menyala di siang hari. Selain mengurangi panas, tagihan listrik ikut turun.

5. Pindahkan Masak ke Pagi

Kompor yang menyala satu jam di siang hari menambah panas di dapur dan ruangan sekitarnya.

Pilih menu yang tidak butuh kompor lama saat siang, dan pindahkan masak besar ke pagi atau malam. Menumis sayur jam enam pagi terasa jauh lebih ringan daripada jam satu siang.

6. Dinginkan Satu Ruangan Dulu

Daripada mengejar seluruh rumah, fokuskan usaha pada satu atau dua ruangan, misalnya kamar tidur.

Pilih ruangan yang paling sedikit terkena matahari sore. Tutup pintunya siang hari, lalu buka jendelanya setelah magrib.

Tapi bagaimana kalau semua kamar menghadap barat? Jujur, tidak ada trik yang membuat kamar itu sesejuk kamar timur. Tirai tebal di siang hari dan jendela terbuka di malam hari tetap langkah paling masuk akal.

7. Pertimbangkan Cat Atap Terang

Teras rumah joglo terbuka dengan pohon dan tanaman di halaman depan
Teras terbuka dengan pohon peneduh/Foto: Aurora Nadeea/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Atap adalah bagian rumah yang paling lama terpanggang matahari.

Menurut EPA, atap sejuk atau cool roof dapat menurunkan suhu maksimum di dalam rumah tanpa AC sekitar 1,2 sampai 3,3 derajat Celsius. ENERGY STAR mengutip Lawrence Berkeley National Lab: atap putih bersih bisa sekitar 28 derajat Celsius lebih dingin dari atap abu-abu di sore hari.

Baca Juga:  Perbandingan Review iPhone 18 dengan 17, Apa yang Paling Terbaru?

Ini langkah yang butuh biaya, jadi masuk akal untuk rumah beratap seng atau dak beton yang terpapar langsung. Untuk atap genteng, pohon peneduh di sisi barat rumah bisa jadi alternatif yang lebih murah.

Kalau sesekali tetap menyalakan AC, cek juga kebiasaan kecil hemat listrik AC supaya tagihan tetap aman.

Rumah yang sejuk di musim kemarau tidak selalu soal alat, sering kali cukup soal kapan jendela dibuka dan kapan ditutup.

Runia
Ditulis oleh

Runia

Perempuan asli Gamping, Sleman. Menulis dengan sepenuh hati berdasarkan data dan informasi akurat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *