ISPU Jakarta Hari Ini: Arti Angka dan Kapan Perlu Masker

Kawasan Senayan Jakarta dengan Stadion GBK, gedung tinggi, dan Jalan Gatot Subroto tertutup kabut polusi
Gedung-gedung di kawasan Senayan, Jakarta, tampak samar tertutup kabut polusi. Foto: David Kristianto/Unsplash (Unsplash License)

Kastakilat.id – Perlu masker hari ini? Untuk perjalanan panjang, ya: ISPU Jakarta hari ini, Kamis (22/10/2026) pukul 10.31 WIB, menunjukkan kategori Tidak Sehat di lima dari tujuh stasiun pemantau.

Angka kelima stasiun Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) itu 104 sampai 111. Karena itu, kelompok sensitif sebaiknya membatasi aktivitas luar, dan N95/KN95 masuk akal di jalan.

Bacaan Lainnya

Namun, portal Dinas Lingkungan Hidup DKI pada pukul 10.00 WIB justru menampilkan angka utama 38 atau Baik. Meski begitu, perbedaan itu tidak berarti salah satu situs keliru.

Sebab utamanya ada di lokasi alat dan cara kedua situs menghitung angka.

Angka ISPU Jakarta Kamis Pagi per Stasiun

Grafik batang ISPU tujuh stasiun pemantau Jakarta pada 22 Oktober 2026 pukul 10.31 WIB, tertinggi DKI1 Bundaran HI 111
Lima dari tujuh stasiun KLH di Jakarta mencatat ISPU di atas 100 pada 22 Oktober 2026 pukul 10.31 WIB. Grafik: Kastakilat.id, data ispu.kemenlh.go.id

Menurut daftar stasiun di situs ISPU KLH pukul 10.31 WIB, DKI1 Bundaran HI mencatat 111 dan DKI5 Kebon Jeruk 110. DKI2 Kelapa Gading dan DKI4 Lubang Buaya sama-sama 105, sedangkan DKI3 Jagakarsa 104.

Di daftar yang sama, stasiun Jakarta GBK mencatat 66 dan KBN Marunda 53, keduanya kategori Sedang. Pada kelima stasiun DKI, polutan penentunya adalah PM2.5, yaitu partikel halus berukuran di bawah 2,5 mikrometer.

Sementara itu, portal udara Jakarta milik Pemprov DKI mencatat titik terburuk pukul 10.00 WIB di DKI41 RSUD Tanjung Priok dengan ISPU 175. Prakiraan BMKG di portal itu menempatkan Koja di kategori Sedang untuk 22–24 Oktober.

Bagi sekolah dan pesantren yang menggelar upacara Hari Santri 2026 di lapangan pagi ini, angka stasiun terdekat lebih berguna daripada satu angka untuk seluruh kota.

ISPU Dihitung dari Tujuh Polutan

ISPU atau Indeks Standar Pencemar Udara adalah angka tanpa satuan yang menggambarkan mutu udara ambien. Dasarnya Peraturan Menteri LHK Nomor P.14 Tahun 2020, yang mencabut aturan ISPU tahun 1997.

Baca Juga:  Kenapa Harga Emas Turun Hari Ini? Ini Penyebab dan Indikatornya

Pasal 2 aturan itu menyebut tujuh parameter: PM10, PM2.5, karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2), ozon (O3), dan hidrokarbon (HC). Petugas mengubah setiap parameter menjadi angka indeks, lalu mengumumkan angka tertinggi.

Menurut Pasal 6 dan Lampiran I, pemerintah menghitung ISPU setiap jam dari konsentrasi rata-rata 24 jam. Karena itu, angka siang hari masih membawa sisa polusi malam sebelumnya.

Contoh di lampiran yang sama: PM2.5 rata-rata 31,4 µg/m³ setara ISPU 70, kategori Sedang.

Pasal 10 juga mengatur jadwal pengumuman. Pemerintah wajib menyampaikan PM2.5 setiap jam, sedangkan parameter lain minimal pukul 09.00 dan 15.00.

Akan tetapi, bila kategori sudah Tidak Sehat atau lebih buruk, semua parameter wajib tampil tiap jam.

Lima Kategori ISPU dan Batas Angkanya

Lampiran II Permen LHK P.14/2020 membagi ISPU ke lima kategori warna. Batas PM2.5 di tabel berikut berasal dari tabel konversi Lampiran I, yang juga menjadi acuan BMKG.

KategoriISPUWarnaPM2.5 (µg/m³)Anjuran resmi
Baik0–50Hijauhingga 15,5Aman beraktivitas di luar
Sedang51–100Biru15,6–55,4Kelompok sensitif kurangi aktivitas berat
Tidak Sehat101–200Kuning55,5–150,4Semua orang kurangi aktivitas lama di luar
Sangat Tidak Sehat201–300Merah150,5–250,4Kelompok sensitif hindari aktivitas luar
Berbahaya301 ke atasHitamdi atas 250,4Semua orang hindari aktivitas luar
Sumber: Lampiran I dan II Permen LHK P.14/2020; rentang PM2.5 mengikuti klasifikasi BMKG

Namun, ada satu catatan kecil. Lampiran II menulis kategori Baik mulai angka 1, sedangkan Lampiran I dan situs KLH menulis 0.

Dalam praktik, perbedaan itu tidak mengubah cara membaca angka harian.

Papan digital stasiun pemantau kualitas udara KLH di Bontang menampilkan ISPU 151 kategori tidak sehat dengan parameter PM2.5
Papan stasiun pemantau KLH di Bontang menampilkan ISPU 151, kategori tidak sehat. Foto: Ivan Humphrey/Wikimedia Commons (CC BY 4.0)

Selain itu, Pasal 7 mewajibkan menteri, gubernur, bupati, atau wali kota melakukan upaya pengendalian saat kategori mencapai Tidak Sehat. Jadi, angka di atas 100 bukan sekadar peringatan pribadi, tetapi juga pemicu kewajiban pemerintah daerah.

Baca Juga:  Cara Cek Harga Emas Real Time

Aplikasi Swasta Sering Tampak Lebih Merah

Banyak aplikasi cuaca dan IQAir memakai US AQI dari Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA), bukan ISPU. Sejak revisi yang berlaku 6 Mei 2024, menurut lembar fakta EPA, batas atas kategori Good untuk PM2.5 hanya 9,0 µg/m³.

Sebaliknya, ISPU baru keluar dari kategori Baik setelah 15,5 µg/m³. US AQI juga memakai enam kategori, sedangkan ISPU lima.

Sebagai contoh hitungan dari kedua tabel, PM2.5 40 µg/m³ masih Sedang menurut ISPU, tetapi sudah Unhealthy for Sensitive Groups menurut EPA.

Perbedaan antarsitus resmi juga wajar. Portal DKI menjelaskan bahwa SPKU adalah alat terkalibrasi untuk acuan kebijakan, sementara sensor murah atau low-cost sensor hanya memperluas cakupan.

Selain itu, stasiun di Bundaran HI dan Marunda jelas menghirup udara yang berbeda.

Mobil dan sepeda motor padat merayap di jalan Jakarta pada malam hari, dengan penumpang menunggu di halte
Mobil dan sepeda motor padat merayap di jalan Jakarta, salah satu sumber emisi kota. Foto: Fahrul Razi/Unsplash (Unsplash License)

Di luar soal alat, kendaraan tetap menjadi tersangka utama. Bagian tanya-jawab portal DKI memperkirakan 32–57 persen PM2.5 Jakarta berasal dari emisi kendaraan bermotor, meski portal itu tidak menyebut studi asalnya.

Sisanya datang dari industri, konstruksi, dan pembakaran terbuka.

Masker Mulai Perlu di Atas 100

Permen LHK P.14/2020 sama sekali tidak menyebut masker. Panduan masker justru datang dari portal udara DKI: saat kategori Tidak Sehat, portal itu menganjurkan semua orang yang harus keluar memakai N95, dan kelompok sensitif menghindari aktivitas luar.

Dua masker respirator N95, satu berwarna hijau toska bertanda NIOSH N95 dan satu putih dengan tali kuning
Masker respirator N95 menyaring partikel halus lebih baik daripada masker kain biasa. Foto: Debora Cartagena, CDC/Wikimedia Commons (domain publik)

Pada Agustus 2023, komite polusi udara Kemenkes merilis perkiraan daya saring yang dikutip Bisnis.com. Respirator N95, KN95, dan KF94 menyaring 80–97 persen, masker bedah 41–70 persen, dan masker kain saja sekitar 20 persen.

Menurut CNN Indonesia, Menkes Budi Gunadi Sadikin saat itu menyarankan minimal KF94 atau KN95. Meski begitu, masker bedah tetap lebih baik daripada tanpa masker.

Baca Juga:  Karhutla dan ISPU: Apa Artinya bagi Anak dan Keluarga

Namun, untuk perjalanan motor atau kerja lapangan berjam-jam, respirator yang rapat di wajah jauh lebih masuk akal.

Sebaliknya, pada kategori Baik dan Sedang kebanyakan orang sehat tidak perlu respirator. Menurut kami, lebih baik kamu menyiapkan uang untuk beberapa N95 cadangan saat angka benar-benar menembus 100.

Kelompok Rentan dan Gejala Waspada

Rilis Kemenkes 21 Agustus 2026 menyebut anak, ibu hamil, lansia, serta penderita asma dan penyakit paru sebagai kelompok rentan. Portal DKI menambahkan penderita penyakit jantung, dan menyebut PM2.5 dapat melewati plasenta.

Lebih lanjut, Lampiran II Permen juga memberi tanda bahaya pada kategori Tidak Sehat. Penderita asma perlu menyiapkan obat, sedangkan penderita jantung perlu mewaspadai jantung berdebar, sesak, atau lelah yang tidak biasa.

Dalam rilis yang sama, Kemenkes meminta warga segera ke puskesmas atau rumah sakit bila muncul sesak napas, batuk menetap, nyeri dada, atau iritasi mata berat. Untuk konsultasi, kamu bisa menghubungi Halo Kemenkes di 1500-567.

Konteks pekan ini juga tidak biasa. Gubernur Pramono Anung pada 16 Oktober mengakui udara Jakarta memburuk di tengah kebakaran hutan nasional, lalu menyiagakan 31 rumah sakit, seperti dilaporkan Bisnis.com.

Dampak asap di daerah karhutla kami bahas di artikel karhutla dan ISPU untuk anak dan keluarga.

Cek Angka Resmi Sebelum Keluar Rumah

Untuk angka nasional, situs ISPU KLH menampilkan 115 stasiun, peringkat 10 lokasi tertinggi, dan peta sebaran. Versi ponselnya bernama ISPUNET untuk Android dan iOS.

Siaran pers KLH 23 September 2026 menyebut data itu diperbarui setiap 30 menit dan terhubung ke SatuSehat.

Sementara itu, untuk angka per kecamatan, portal udara Jakarta dan aplikasi JAKI memuat titik pantau DKI beserta prakiraan BMKG tiga hari. BMKG sendiri menampilkan konsentrasi PM2.5 per wilayah di menu kualitas udara situsnya.

Jadi, kapan pun ragu, kebiasaan paling praktis adalah mengecek stasiun terdekat dari rumah dan kantor sebelum berangkat, bukan angka rata-rata kota. Bila keduanya di atas 100, siapkan N95 dan geser olahraga ke dalam ruangan hari itu.

Diana Runiana
Ditulis oleh

Diana Runiana

Perempuan asli Gamping, Sleman. Suka menulis, membaca, dan menggambar.

Pos terkait