Guru tetap boleh memakai prompt ChatGPT untuk guru untuk menyusun draf, tetapi Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses menegaskan bahwa perencanaan pembelajaran dilakukan oleh pendidik. Namun, aturan bertanggal 2 Januari 2026 itu tidak memakai istilah RPP maupun modul ajar. Jadi, sebutannya kini “dokumen perencanaan pembelajaran” dengan tiga isi minimal: tujuan, langkah, dan asesmen.
Menurut Pasal 20 dan 21 naskah Permendikdasmen 1/2026, aturan ini mencabut Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022 dan berlaku sejak diundangkan. Karena itu, semua prompt di bawah meminta tiga komponen tadi, entah sekolahmu masih menyebutnya RPP atau modul ajar.
Apa yang Berubah di Permendikdasmen 1/2026
Bagi guru, perubahan paling terasa ada di Bab II karena bab itu mengatur perencanaan pembelajaran. Berikut lima ketentuan yang sebaiknya kamu jadikan acuan sebelum menulis prompt.
- Nama dokumen: bentuknya dokumen perencanaan pembelajaran (Pasal 4 ayat 3).
- Penyusun: perencanaan pembelajaran menjadi tugas pendidik (Pasal 4 ayat 2).
- Isi minimal: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, serta penilaian atau asesmen (Pasal 5).
- Konteks murid: tujuan mempertimbangkan karakteristik murid dan sumber daya sekolah (Pasal 6 ayat 2).
- Pengalaman belajar: memahami, mengaplikasi, dan merefleksi (Pasal 10 ayat 1).
Selain itu, Pasal 12 memasukkan pemanfaatan teknologi, digital maupun nondigital, ke dalam kerangka pembelajaran. Artinya, AI bukan hal terlarang dalam aturan ini, tetapi penyusunnya tetap guru. Menurut kami, rumus praktisnya sederhana: AI menulis draf, guru yang memutuskan dan menandatangani.
Apa Artinya bagi Guru yang Sudah Memakai ChatGPT
Kebijakan sekolah juga makin dekat dengan AI. Siaran pers Kemendikdasmen 23 Juli 2025 menyebut Koding dan Kecerdasan Artifisial menjadi mata pelajaran pilihan, bertahap mulai tahun ajaran 2025/2026 dari kelas 5, 7, dan 10. Pada 9 Juli 2026, ANTARA melaporkan kementerian meluncurkan pelatihan mandiri pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial untuk guru semua mapel.
Di sisi lain, layanan khusus guru dari OpenAI belum menjangkau Indonesia. Per 21 Oktober 2026, halaman resmi ChatGPT for Teachers menyebut layanan gratis itu khusus guru K-12 terverifikasi di Amerika Serikat sampai Juni 2028. Guru di sini masih memakai akun ChatGPT biasa, sehingga pengaturan privasinya perlu kamu atur sendiri.
OpenAI sendiri, lewat Ketentuan Penggunaan yang berlaku sejak 1 Januari 2026, mengingatkan bahwa keluaran model bisa tidak akurat dan wajib pengguna evaluasi. Begitu juga panduan AI generatif untuk pendidikan dari UNESCO (7 September 2023) yang meminta pendekatan yang berpusat pada manusia. Meski begitu, kekhawatiran bahwa draf AI membuat semua kelas seragam tetap masuk akal, dan obatnya adalah isian konteks yang spesifik.
Prompt Draf Dokumen Perencanaan Pembelajaran

Prinsip umum menulis prompt sudah kami bahas di panduan menulis prompt ChatGPT yang baik. Setiap prompt ChatGPT untuk guru di bawah cukup memakai empat isian: kelas dan konteks, tujuan, format, serta batasan. Templat berikut memakai keempatnya, jadi ganti isi dalam kurung siku sesuai kelasmu.
Peran: asisten guru [mapel] kelas [kelas]. Jenjang: [SD/SMP/SMA/SMK]. Konteks: [jumlah] murid, [kondisi kelas]. Alokasi: [jumlah JP] x [menit] menit. Tujuan: murid mampu [tujuan]. Format: [tabel/daftar], maksimal [angka] kata. Batasan: bahasa baku, tanpa sumber karangan. Jika ragu pada suatu bagian, tandai dengan [CEK].
Sebagai contoh, prompt terisi di bawah memakai IPA kelas 8 dengan materi sistem pernapasan. Urutan langkahnya mengikuti Pasal 10, yaitu memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
Peran: asisten guru IPA kelas 8 SMP. Konteks: 32 murid, tanpa laboratorium. Alokasi: 2 JP x 40 menit. Topik: sistem pernapasan manusia. Tugas: draf dokumen perencanaan pembelajaran. 1) Tujuan pembelajaran, maksimal 2 kalimat. 2) Langkah memahami, mengaplikasi, merefleksi. 3) Asesmen beserta alat ukurnya. Cantumkan perkiraan menit tiap langkah. Pakai bahan di kelas karena tidak ada lab. Jika ada fakta yang meragukan, tandai [CEK].
Angka 32 murid dan 2 JP x 40 menit di atas hanya contoh, jadi sesuaikan dengan kondisi kelasmu. Setelah draf keluar, sunting dengan urutan ini.
- Cocokkan tujuan. Bandingkan tujuan buatan AI dengan capaian pembelajaran yang sekolahmu pakai, lalu ubah kata kerjanya bila perlu.
- Hitung ulang waktu. Jumlahkan menit tiap langkah, karena total harus sama dengan alokasi jam pelajaran.
- Ganti contoh generik. Pakai contoh dari lingkungan murid, misalnya asap kendaraan di jalan depan sekolah.
- Uji asesmennya. Pastikan setiap alat ukur benar-benar mengukur tujuan, bukan hanya hafalan istilah.
Prompt Soal Bertingkat dan Kunci Jawaban

Soal bertingkat lebih mudah kamu dapat jika prompt menyebut level kognitif per butir. Contoh berikut memakai level taksonomi Bloom revisi yang sudah akrab bagi guru.
Tugas: 6 soal IPA kelas 8, sistem pernapasan. Memahami: 2 pilihan ganda, 4 opsi. Menerapkan: 2 pilihan ganda, 4 opsi. Menganalisis: 2 uraian singkat. Sertakan kunci jawaban dan alasannya. Jelaskan mengapa tiap pengecoh salah. Pakai konteks sehari-hari di Indonesia. Jangan menyalin soal dari buku atau situs.
Namun, jangan langsung memakai kuncinya karena Help Center OpenAI mengakui ChatGPT bisa menjawab salah dengan nada yakin, termasuk soal fakta, tanggal, dan kutipan. Kerjakan sendiri setiap soal sebelum kamu mencetaknya.
Perhatikan juga pengecohnya. Menurut kami, pengecoh yang ternyata benar dalam kondisi tertentu adalah jebakan yang paling mudah lolos karena kalimatnya terdengar wajar.
Prompt Rubrik Penilaian dan Umpan Balik

Rubrik adalah bagian yang paling menghemat waktu, asalkan kriterianya datang dari kamu. Tulis kriterianya lebih dulu, lalu minta AI melengkapi deskriptor tiap level.
Tugas: rubrik analitik laporan pengamatan. Kelas: 8 SMP. Kriteria: rumusan pertanyaan, data, penjelasan hasil, kesimpulan. Level: perlu bimbingan, cukup, baik, sangat baik. Format: tabel, deskriptor maksimal 20 kata. Tulis perilaku yang terlihat agar murid paham, bukan sekadar "kurang" atau "bagus".
Untuk umpan balik, tempelkan potongan jawaban murid setelah kamu menghapus nama, kelas, dan nomor induknya. Pakai prompt berikut sesudahnya.
Jawaban murid kelas 8 (tanpa identitas): [tempel jawaban] Acuan: rubrik di atas. Tugas: umpan balik maksimal 60 kata. Isi: 2 hal baik dan 1 langkah perbaikan. Jangan memberi nilai atau skor.
Perintah “jangan memberi nilai” itu sengaja karena skor tetap keputusanmu, sedangkan AI cukup membantu merangkai kalimat yang jelas dan ramah.
Data Murid, Usia, dan Aturan Sekolah
UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi menggolongkan data anak sebagai data pribadi yang bersifat spesifik. Jadi, jangan memasukkan nama murid, NISN, nilai per anak, catatan konseling, atau foto wajah ke ChatGPT.
Aktifkan obrolan sementara (Temporary Chat) atau matikan opsi Improve the model for everyone di menu Data controls. Menurut Help Center OpenAI, dua pengaturan itu membuat percakapan tidak ikut melatih model. Langkah yang sama berlaku bila kamu merangkum PDF dengan AI secara aman.
Usia murid juga menentukan karena Ketentuan Penggunaan OpenAI mensyaratkan pengguna minimal 13 tahun dan izin orang tua bagi yang belum 18 tahun. Sejalan dengan itu, panduan UNESCO tahun 2023 mengusulkan batas usia minimal 13 tahun untuk alat AI di kelas. Karena mapel KKA sudah dimulai dari kelas 5, guru SD sebaiknya cukup mendemonstrasikan ChatGPT dari akunnya sendiri.
Tanyakan pula aturan sekolahmu, sebab survei UNESCO tahun 2023 terhadap lebih dari 450 sekolah dan universitas menemukan kurang dari 10% yang punya kebijakan resmi soal AI generatif. Bila sekolahmu belum punya, ajukan tiga hal di atas sebagai aturan awal: tanpa data pribadi, batas usia, dan guru sebagai pemeriksa akhir.
Daftar Periksa Sebelum Draf Masuk Kelas
Tabel ini merangkum isian wajib dan titik periksa untuk tiap tugas, jadi simpan sebagai pegangan saat menyunting keluaran AI.
Tugas guru Isian wajib di prompt Yang harus kamu cek Dokumen perencanaan Kelas, alokasi waktu, kondisi kelas, tujuan Tiga isi minimal Pasal 5 ada, total menit cocok Soal bertingkat Jumlah soal, level kognitif, bentuk soal Kunci kamu kerjakan sendiri sebelum mencetak, pengecoh benar-benar salah Rubrik Kriteria dari guru, jumlah level, batas kata Deskriptor terlihat dalam perilaku, tidak tumpang tindih antarlevel Umpan balik Jawaban tanpa identitas, rubrik, batas kata Nada ramah, tanpa skor, cocok dengan jawaban murid
Sebelum mencetak apa pun, jawab juga empat pertanyaan cepat berikut.
- Sudahkah semua penanda [CEK] kamu periksa ke buku teks atau sumber resmi?
- Adakah nama, angka, atau kutipan yang tidak bisa kamu telusuri sumbernya, terutama kutipan tokoh?
- Cocokkah bahasanya dengan usia murid, tanpa istilah terjemahan yang janggal?
- Bersihkah dokumen akhir dari data pribadi murid?
Mulailah dari satu tugas yang paling menyita waktumu minggu ini, misalnya rubrik, lalu perluas ke perencanaan dan soal bila hasilnya membantu. Untuk bahan belajar lanjutan, UNESCO menerbitkan kerangka kompetensi AI untuk guru (8 Agustus 2024) berisi 15 kompetensi dalam 5 dimensi.





