Kastakilat.id – Indonesia juara FIFA ASEAN Cup edisi pertama setelah menang adu penalti 4-2 atas Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026). Laga final itu sebelumnya berakhir 2-2 setelah 120 menit, menurut laporan kantor berita Malaysia, Bernama.
Kabar ini masih ramai karena Garuda akhirnya mengangkat trofi turnamen regional tim senior milik FIFA, setelah enam kali gagal di final Piala AFF. Berikut arti gelar itu, bedanya dengan Piala AFF, soal hadiah, dan ujian berikutnya di Piala Asia 2027.
Ringkasan Final 5 Oktober
Sebagai pengingat singkat, laporan Bernama mencatat Thailand bermain dengan 10 orang setelah Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua pada menit ke-81. Tiga menit kemudian, tendangan bebas Dean James membentur Iklas Sanron dan masuk.
Namun, Sanron membalas pada menit ke-87, lalu Peeradol Chamrasamee membawa Thailand unggul pada menit ke-111. Elkan Baggott menyamakan skor lima menit kemudian.
Di adu penalti, tembakan Sarach Yooyen membentur tiang, sedangkan Emil Audero menepis eksekusi Nattapong Sayriya. Rincian menit demi menitnya ada di laporan skor Indonesia vs Thailand.
Arti Gelar Perdana untuk Garuda

Gelar ini penting karena publik selama ini menjuluki Indonesia spesialis runner-up regional. Di Piala AFF, Garuda kalah di final enam kali, yaitu pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020.
Selain itu, gelar ini datang di depan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden FIFA Gianni Infantino, yang menyaksikan final langsung di GBK. Nama Indonesia juga otomatis tercatat sebagai juara pertama dalam sejarah turnamen ini.
Menurut saya, nilai terbesarnya justru mental. Tim yang tertinggal 1-2 pada menit ke-111 tetap tenang sampai adu penalti, dan modal seperti itu tidak lahir dari uji coba.
FIFA ASEAN Cup Bukan Piala AFF
Banyak pembaca mengira ini Piala AFF dengan nama baru, padahal keduanya berbeda. Menurut FIFA, turnamen ini lahir setelah FIFA dan ASEAN memperbarui nota kesepahaman pada 26 Oktober 2025 di Kuala Lumpur.
Edisi perdananya mempertemukan 14 tim, yaitu 11 negara ASEAN plus Bangladesh dan Pakistan sebagai tamu dari federasi Asia Selatan. Sebagian tim bermain di divisi utama di Jakarta, sementara sisanya bertanding di FIFA ASEAN Challenge Cup di Hong Kong.
Sementara itu, Piala AFF tetap berjalan terpisah di bawah federasi sepak bola ASEAN. Edisi 2026 berlangsung Juli hingga Agustus, dan finalnya mempertemukan Thailand dengan Vietnam.
Jadi, gelar 5 Oktober tidak menghapus catatan Indonesia di Piala AFF. Bagi Indonesia sendiri, ini turnamen FIFA ketiga yang digelar di dalam negeri sejak 2023, setelah Piala Dunia U-17 2023 dan FIFA Series 2026.
Hadiah Juara dan Bonus Pemain
Soal uang, angkanya belum seragam. Pada September, Metro TV mengutip situs resmi PSSI yang menyebut hadiah juara divisi utama sebesar 1 juta dolar AS.
Sebaliknya, Katadata pada 6 Oktober melaporkan hadiah juara sekitar 650.000 dolar AS atau kira-kira Rp11,63 miliar. Media itu mengaitkan penurunan tersebut dengan persoalan komersial, termasuk penjualan hak siar.
Yang jelas, hadiah turnamen masuk ke federasi, bukan langsung ke rekening pemain. Presiden Prabowo juga menyerahkan urusan bonus kepada Ketua Umum PSSI, menurut laporan Metro TV pada 6 Oktober.
Karena itu, saya tidak akan memegang satu angka pun sebelum PSSI atau FIFA merilis rincian pembagiannya secara resmi.
Ujian Berikutnya di Piala Asia 2027
Gelar ini bukan garis finis. Menurut Antara, Indonesia berada di Grup F Piala Asia 2027 di Arab Saudi bersama Jepang, Qatar, dan Thailand.
Jadwalnya padat: Garuda menghadapi Jepang pada 11 Januari 2027, Qatar pada 16 Januari, lalu Thailand lagi pada 20 Januari. Turnamen itu sendiri berlangsung 7 Januari hingga 5 Februari 2027.
Artinya, duel melawan Thailand akan terulang dalam tiga bulan, dan kali ini Thailand datang dengan bahan evaluasi. Bagi suporter, laga 20 Januari pantas masuk kalender lebih dulu daripada laga pembuka melawan Jepang.
Malam di GBK sudah memberi Garuda trofi turnamen FIFA pertamanya di level senior, dan Januari nanti akan menunjukkan seberapa jauh trofi itu membawa mereka.





