Kastakilat.id – Janice Tjen dan Storm Hunter melaju ke final ganda putri Japan Open 2026 setelah menang di super tiebreak 10-8. Pasangan Indonesia-Australia itu menang 6-2, 5-7, [10-8] atas Isabelle Haverlag/Lilli Tagger di Osaka, Jumat, 23 Oktober 2026. Final Janice Tjen di Japan Open 2026 melawan pasangan Ceko Jesika Malečková/Miriam Škoch digelar keesokan harinya, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Skor tersebut tercatat di bagan resmi WTA untuk Kinoshita Group Japan Open 2026. Inilah.com juga memberitakan kemenangan ini pada Jumat sore.
Turnamen kelas WTA 250 itu berlangsung di lapangan keras Utsubo Tennis Center pada 19–25 Oktober 2026.
Jam Final Japan Open 2026 Versi WIB
Final ganda menempati urutan ketiga di Center Court pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Menurut jadwal pertandingan resmi WTA, laga itu menyusul dua semifinal tunggal putri:
- Li vs Krueger, mulai 12.00 waktu Osaka atau 10.00 WIB.
- Boulter vs Siniakova, tidak sebelum 13.30 waktu Osaka atau 11.30 WIB.
- Hunter/Tjen vs Malečková/Škoch, sesudah semifinal kedua selesai.
Jadi, final paling cepat berlangsung siang hari WIB. Jam pastinya bergantung pada durasi dua laga tunggal.
WTA juga mencantumkan catatan kemungkinan pindah lapangan, sehingga urutan bisa bergeser.

Semifinal Janice Tjen di Osaka
Menurut catatan WTA, semifinal itu berlangsung 1 jam 26 menit. Hunter/Tjen, unggulan pertama, merebut set pertama 6-2 dengan cepat.
Namun, Haverlag/Tagger membalas 7-5 di set kedua. Akibatnya, laga harus ditentukan lewat super tiebreak hingga 10 poin.
Di sana Janice dan Hunter unggul tipis 10-8. Satu catatan: beberapa laporan menulis skor set kedua 2-7, padahal bagan WTA mencatat 5-7.
Rute Kedua Pasangan Melaju ke Final
Lawan di final adalah pasangan Ceko, Jesika Malečková/Miriam Škoch, yang datang tanpa status unggulan. Berikut hasil kedua pasangan per babak menurut bagan WTA:
| Babak | Hunter/Tjen | Skor | Malečková/Škoch | Skor |
|---|---|---|---|---|
| 16 besar | Martins/Sorribes Tormo | 6-2, 6-2 | Guarachi/Muhammad | 6-3, 6-4 |
| Perempat final | Lee/Wu | 4-6, 6-3, [10-6] | Liu/Quevedo | 3-6, 7-6(5), [10-8] |
| Semifinal | Haverlag/Tagger | 6-2, 5-7, [10-8] | Chan/Kato (2) | 2-6, 6-3, [10-5] |
Polanya mirip. Kedua pasangan sama-sama dua kali lolos lewat super tiebreak, jadi final ini berpeluang ketat sampai poin terakhir.
Namun, hitungan selisih gim dari bagan WTA memperlihatkan beda kecil. Hunter/Tjen selalu unggul jumlah gim di set reguler, sedangkan Malečková/Škoch justru kalah gim di dua laga terakhir.

Meski begitu, Malečková/Škoch menyingkirkan unggulan kedua, Chan/Kato, di semifinal. Artinya, mereka bukan kuda hitam biasa.
Dari Lawan di Chennai Menjadi Rekan
Menurut catatan karier Janice di Wikipedia, ia pernah mengalahkan Hunter di final ganda Chennai Open 2025. Saat itu Janice berpasangan dengan Aldila Sutjiadi dan menang 7-5, 6-4 atas Hunter/Monica Niculescu.
Bagi Hunter, Osaka juga bukan tempat baru. Ia menjadi runner-up ganda edisi 2025 bersama Desirae Krawczyk setelah kalah 4-6, 6-2, [5-10] dari Kristina Mladenovic/Taylor Townsend.
Sementara itu, Janice sudah mengoleksi tiga gelar ganda WTA, yaitu Guangzhou 2025, Chennai 2025, dan Hobart 2026. Gelar di Osaka akan menjadi yang keempat sekaligus pertama bersama Hunter.
Di nomor tunggal, langkah Janice terhenti di babak pertama oleh Ashlyn Krueger dari Amerika Serikat.
Yang Perlu Dipantau di Final
Pertama, perhatikan set pembuka. Hunter/Tjen memenangi set pertama di dua dari tiga laga mereka di Osaka.
Sebaliknya, Malečková/Škoch kalah di set pertama pada perempat final dan semifinal, tetapi tetap lolos.
Kedua, bagan WTA mencantumkan hadiah US$13.600 untuk babak final ganda. Menurut kami, pengalaman Hunter di final Osaka tahun lalu bisa menjadi bekal penting saat poin kritis.
Bagi penggemar olahraga Indonesia, final ini melanjutkan pekan baik atlet nasional setelah Fajar/Fikri juara Denmark Open 2026. Kalender besar musim depan juga bisa kamu cek di ulasan jadwal Grand Slam tenis 2027.
Hasil final akan kami perbarui setelah WTA merilis skor resminya.





