Kastakilat.id – Biaya listrik AC per bulan untuk AC 1 PK yang menyala 8 jam sehari sekitar Rp295 ribu pada tarif golongan 1.300 VA sampai 2.200 VA. Angka itu berasal dari hitungan sederhana, yaitu 0,85 kW × 8 jam × 30 hari × Rp1.444,70 per kWh.
Kastakilaters bisa menghitung tagihan AC sendiri dengan tiga data: daya unit, jam pakai, dan tarif per kWh, sehingga tidak perlu menebak. Berikut empat langkah hitungnya, tabel biaya untuk setiap ukuran PK, lalu pengaruh inverter terhadap tagihan.
Hitung Biaya Listrik AC per Bulan
Rumusnya: biaya = daya (kW) × jam pakai per hari × 30 hari × tarif per kWh. Urutan hitungnya seperti ini:
- Baca daya AC dalam watt dari stiker di unit indoor, karena angka PK hanya kapasitas pendinginan, bukan daya listrik.
- Ubah ke kilowatt dengan membagi 1.000, misalnya 850 watt menjadi 0,85 kW.
- Kalikan dengan jam pakai per hari dan 30 hari, sehingga 0,85 kW × 8 jam × 30 = 204 kWh per bulan.
- Kalikan dengan tarif golonganmu, yaitu 204 kWh × Rp1.444,70 = sekitar Rp294.700.
Kalau AC hanya menyala 6 jam, ulangi langkah 3 dengan angka 6, dan hasilnya turun ke sekitar Rp221.000.
Tabel Biaya AC per PK
Rentang daya tiap ukuran PK cukup lebar, sehingga tabel ini memakai titik tengahnya. Tarif hitungannya Rp1.444,70 per kWh, sementara pemakaiannya 8 jam sehari selama 30 hari.
Ukuran AC
Rentang Daya
Daya Hitungan
Biaya per Bulan
1/2 PK
300–500 W
400 W
Rp138.700
3/4 PK
500–700 W
600 W
Rp208.000
1 PK
700–1.000 W
850 W
Rp294.700
1,5 PK
1.000–1.500 W
1.250 W
Rp433.400
2 PK
1.500–2.000 W
1.750 W
Rp606.800
Rentang daya di atas mengacu pada panduan produsen AC seperti Daikin dan Midea, sehingga hasil di rumahmu bisa lebih rendah atau lebih tinggi sesuai merek dan kondisi ruangan.
Pengaruh Jam Pakai dan Tarif
Jam pakai mengubah tagihan hampir secara linear, sehingga tagihan naik seiring lamanya AC menyala. Simulasi redaksi untuk AC 1 PK 850 W menunjukkan selisih yang cukup besar.
Jam Pakai per Hari
Konsumsi per Bulan
Biaya per Bulan
4 jam
102 kWh
Rp147.400
8 jam
204 kWh
Rp294.700
12 jam
306 kWh
Rp442.100
Selain itu, tarif juga berpengaruh. Pelanggan 900 VA non-subsidi membayar Rp1.352 per kWh, sedangkan pelanggan 3.500 VA ke atas membayar Rp1.699,53 per kWh.
Akibatnya, dengan AC 1 PK yang sama selama 8 jam, tagihan tarif Rp1.699,53 naik menjadi sekitar Rp346.700. Jadi, golongan listrik ikut menentukan biaya, bukan hanya unit ACnya.
Berapa Hemat dengan AC Inverter
AC inverter mengatur putaran kompresor mengikuti kebutuhan, sehingga daya tidak selalu penuh. Daikin menyebut penghematannya bisa 30–50 persen ketimbang model non-inverter.
Jadi, pada contoh 1 PK tadi, angka itu berarti tagihan turun ke kisaran Rp147 ribu sampai Rp206 ribu per bulan. Namun, angka tersebut klaim produsen, jadi hasil nyata tergantung pemakaian.
Karena harga AC inverter lebih mahal, hitung dulu balik modalnya. Jika AC menyala lebih dari 8 jam setiap hari, selisih harga biasanya lebih cepat tertutup.
Kenapa Tagihan Nyata Bisa Meleset
Hitungan di tabel memakai asumsi kompresor menyala terus, padahal kompresor sering mati-hidup mengikuti suhu ruangan. Akibatnya, pemakaian nyata biasanya lebih rendah daripada angka maksimum.
Namun, ruangan yang panas, jendela yang terkena matahari, dan filter yang kotor membuat kompresor bekerja lebih lama. Karena itu, catat angka meteran listrik sebelum tidur dan setelah bangun selama tiga malam.
Hasilnya, selisih kWh dari catatan itu lebih akurat daripada tabel mana pun. Lalu kalikan rata-ratanya dengan tarif golonganmu untuk mendapat biaya AC yang sebenarnya.
Cara Memangkas Tagihan AC
Setel suhu 24–26°C, karena Daikin menyebut tiap kenaikan 1°C menghemat sekitar 6 persen energi. Bersihkan filter setiap 2–4 minggu supaya kompresor tidak bekerja berlebihan.
Selain itu, pilih ukuran PK sesuai luas ruangan. Unit 1 PK cocok untuk kamar sekitar 15–18 meter persegi, sedangkan unit yang terlalu besar atau terlalu kecil sama-sama boros.
Terakhir, tips lain ada di artikel kami tentang hemat listrik AC, sehingga kamu bisa memadukannya dengan hitungan di atas.



