Kastakilat.id – Lebih dari 51.000 penonton memadati Salt Lake Stadium untuk pertemuan pertama sepanjang sejarah kedua negara. Laga uji coba India vs Brasil, Sabtu (3/10/2026), berakhir 0-4 untuk Selecao lewat gol Estevao, Pedro, dan dua gol Samuel Lino.
Jarak kualitas kedua tim memang lebar, karena Brasil berada di peringkat 5 FIFA sementara India di peringkat 138. Berikut jalannya laga, dua gol Lino dari bangku cadangan, perlawanan India, dan alasan Brasil datang ke Kolkata.
Jalannya Laga India Lawan Brasil
India justru memulai laga dengan berani. Menurut NewsBytes, Lalengmawia Ralte alias Apuia sempat menguji pertahanan Brasil pada menit ke-7, meski tembakannya melebar.
Setelah itu, Brasil mulai menguasai bola. Kiper Gurpreet Singh Sandhu sempat menggagalkan peluang Vinicius Junior, tetapi ia tidak berdaya pada menit ke-28 saat Estevao memotong ke dalam dan melepas tembakan keras ke tiang dekat.
Menjelang turun minum, Pedro menggandakan skor lewat penyelesaian rendah setelah lolos di sisi kanan. Skor 2-0 bertahan sampai jeda.
Dua Gol Samuel Lino dari Bangku Cadangan
Pelatih Brasil Carlo Ancelotti melakukan lima pergantian sekaligus saat jeda. Samuel Lino, Vanderson, Bruno Guimaraes, Gabriel Magalhaes, dan Douglas Luiz masuk lapangan.
Pergantian itu langsung berbuah. Pada awal babak kedua, Lino melengkungkan tembakan kaki kanan ke pojok kanan bawah gawang India.
Lino kemudian menutup pesta pada masa tambahan waktu. Ia kembali memotong ke dalam, lalu melepas tembakan keras yang tidak mampu Gurpreet hentikan.
Selain itu, winger Chelsea Estevao juga menyumbang satu assist selain golnya, sehingga ia terlibat dalam dua dari empat gol Brasil. Douglas Luiz, yang masuk saat jeda, ikut mencatat satu assist.
Menurut saya, dua nama inilah yang paling untung dari laga ini. Lino membuktikan diri sebagai opsi sayap kiri, sedangkan Estevao makin kokoh sebagai andalan generasi baru Brasil. Secara total, Ancelotti menurunkan 20 pemain dalam laga ini, termasuk kapten Marquinhos dan Vinicius yang bermain sekitar satu babak.
Perlawanan India dan Gurpreet
Skor 0-4 tidak sepenuhnya menggambarkan perlawanan India. Pada menit ke-64, tembakan Ryan Williams memaksa pemain Brasil membuang bola tepat di garis gawang.
Williams bahkan menciptakan dua peluang dalam rentang tiga menit. Sayangnya, kedua peluang itu belum cukup untuk mencetak gol kehormatan bagi tim berjuluk Blue Tigers.
Sebelum laga, pelatih India Khalid Jamil meminta pemainnya menghadapi tekanan dengan tenang. Menurutnya, jika pemain memberi yang terbaik, apa pun bisa terjadi di lapangan.
Bagian ini sering terlupa saat melihat skor besar. Bagi India, menahan Brasil tanpa gol selama 27 menit pertama di depan 51.000 penonton sendiri tetap menjadi pengalaman berharga.
Kenapa Brasil Bermain di Kolkata
Brasil sedang membangun ulang tim setelah tersingkir oleh Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada Juli lalu. Ancelotti sendiri mengakui timnya tidak cukup kompetitif di turnamen itu.
Karena itu, jeda internasional Oktober menjadi ajang uji coba generasi baru, dengan rangkaian laga di Australia dan India. Menurut NewsBytes, Brasil belum kalah sejak tersingkir dari Piala Dunia, yaitu imbang 1-1 dan menang 4-2 atas Australia sebelum menang 4-0 di Kolkata.
Ancelotti juga memuji India sebelum laga. Ia menyebut timnya menghormati kualitas India, terutama setelah melihat penampilan mereka saat menghadapi Panama.
Bagi India, laga ini bagian dari rangkaian uji coba melawan tim kuat, termasuk Panama dan Uruguay. Sementara itu, Brasil bermain tanpa Raphinha yang absen karena cedera paha.
Kekalahan 0-4 dari juara dunia lima kali tetap meninggalkan satu hal manis bagi Kolkata: malam ketika Selecao akhirnya bermain di Salt Lake Stadium.





