Kastakilat.id – Dalam uji jalan 410 km oleh Otoplus, Wuling Darion EV masih menyisakan baterai 16 persen, sehingga jarak tempuh nyatanya sekitar 440 km. Bagi keluarga yang mencari MPV listrik tujuh kursi, angka itu membuat review Wuling Darion EV ini layak kamu baca sebelum membandingkan dengan MPV bensin.
Selain itu, harganya mulai Rp399 juta OTR Jakarta, dan Wuling memberi garansi seumur hidup untuk baterai serta motor dengan syarat tertentu. Karena itu, berikut hitungan biaya listrik per bulan, kenyamanan kabin tiga baris, serta kelebihan dan kekurangannya untuk Kastakilaters yang mengutamakan hemat.
Harga dan Varian Wuling Darion EV
Wuling menjual Darion dalam versi listrik murni (EV) dan plug-in hybrid (PHEV). Situs resmi Wuling Indonesia mencantumkan harga berikut untuk wilayah Jakarta, berlaku sejak 1 Januari 2026.
Varian
Harga OTR Jakarta
Baterai
Jarak Tempuh CLTC
EV CE
Rp399 juta
69,2 kWh
540 km
EV EX
Rp459 juta
69,2 kWh
540 km
PHEV CE
Rp449 juta
20,5 kWh
125 km listrik
PHEV EX
Rp499 juta
20,5 kWh
125 km listrik
Varian EX menambah sunroof elektrik, pintu bagasi elektrik, enam kantong udara, dan fitur bantuan berkendara seperti adaptive cruise control. Namun, untuk keluarga yang mengejar hemat, saya melihat EV CE sebagai titik masuk yang paling masuk akal saat ini.
Selisih Rp60 juta antara CE dan EX setara biaya listrik bertahun-tahun, seperti hitungan di bawah. Jadi, ambil EX hanya jika fitur keselamatan aktif memang jadi prioritas.
Desain dan Kabin 7 Kursi untuk Keluarga
Darion berukuran panjang 4.910 mm, lebar 1.870 mm, tinggi 1.770 mm, dengan jarak sumbu roda 2.910 mm. Karena itu, dimensinya sudah setara MPV besar, bukan MPV kelas menengah. Ukuran ini enak untuk kabin, tetapi pastikan dulu panjang carport di rumah, karena mobil hampir lima meter sulit masuk garasi sempit di perumahan padat.
Baris kedua memakai captain seat dua kursi, dan varian EX menambah pengaturan elektrik serta ventilasi. Selain itu, pintu geser elektrik memudahkan anak kecil dan orang tua naik turun di parkiran sempit.
Baris ketiga berupa bangku tiga orang yang menurut Otoplus cukup nyaman untuk penumpang dewasa. Namun, kursinya tidak bisa terlipat rata seperti sebagian pesaing, jadi kamu perlu mengatur ulang muatan barang besar.
Di bawah lantai bagasi tersedia ruang penyimpanan untuk kabel pengisi daya dan barang kecil. Sementara itu, layar 12,8 inci dengan Ling OS mendukung koneksi ponsel, dan tersedia pengisi daya nirkabel untuk ponsel.
Bagi keluarga dengan dua anak dan kakek-nenek yang sering ikut, susunan 2-2-3 ini menurut saya lebih praktis daripada SUV tujuh kursi. Akses ke baris ketiga lewat celah di antara captain seat juga lebih mudah daripada melipat kursi baris kedua.
Jarak sumbu roda 2.910 mm itu terasa di ruang kaki, terutama saat perjalanan mudik berjam-jam dengan penumpang penuh. Bahkan, saat ketujuh kursi terisi, Otoplus mencatat bagasi standar masih tersedia untuk tas harian keluarga.
Varian EX juga menambah lampu depan LED otomatis dan kursi baris kedua berventilasi. Namun, keluarga yang lebih sering berkendara dalam kota bisa melewatkan fitur itu tanpa kehilangan kenyamanan utama.
Performa dan Jarak Tempuh Nyata
Motor listriknya bertenaga 150 kW atau sekitar 201 tk, dengan torsi 310 Nm. Dalam uji Otoplus, akselerasi 0–100 km/jam tercatat 8,4 detik, cukup sigap untuk menyalip di jalan antarkota.
Klaim jarak tempuhnya 540 km menurut standar CLTC, yang biasanya lebih optimistis daripada kondisi jalan Indonesia. Pada uji tiga hari di rute dalam dan luar kota, mobil menempuh 410 km dengan sisa baterai 16 persen, sehingga perkiraan jarak nyatanya sekitar 440 km.
Suspensi depan MacPherson dan belakang multi-link membuat mobil stabil di berbagai kecepatan. Meski begitu, tinggi bodi 1.770 mm membuat gejala limbung tetap terasa di tikungan tajam, jadi kurangi kecepatan saat melewati jalan berkelok di daerah pegunungan dengan kabin penuh.
Pengisian cepat DC lewat soket CCS2 dari 30 ke 80 persen butuh sekitar 30 menit. Artinya, berhenti sekitar 30 menit di SPKLU rest area saat makan siang sudah menambah jarak yang cukup untuk melanjutkan perjalanan antarkota.
Biaya Listrik Wuling Darion EV per Bulan
Hitungan redaksi memakai data uji Otoplus: perjalanan 440 km menghabiskan sekitar 84 persen dari baterai 69,2 kWh, atau 58,1 kWh. Artinya, konsumsinya sekitar 13,2 kWh per 100 km.
Dengan tarif listrik rumah Rp1.444,70 per kWh, biaya energinya sekitar Rp191 per km. Jika keluarga menempuh 1.500 km per bulan, biaya listriknya sekitar Rp286.000.
Sebagai pembanding, MPV bensin yang kami asumsikan menempuh 10 km per liter dengan Pertamax Rp15.950 per liter membutuhkan sekitar Rp2,39 juta untuk jarak yang sama. Jadi, selisihnya sekitar Rp2,1 juta per bulan, atau sekitar Rp25 juta per tahun untuk 18.000 km.
Hitungan ini belum memasukkan rugi daya saat mengecas dan tarif SPKLU yang lebih mahal daripada listrik rumah. Selain itu, konsumsi bisa naik saat AC bekerja keras di siang hari atau saat mobil penuh tujuh penumpang.
Garansi Baterai dan Biaya Servis
Wuling memberi garansi seumur hidup untuk baterai, motor penggerak, dan pengendali motor. Syaratnya, pemilik pertama memakai mobil untuk keperluan pribadi dengan jarak tempuh maksimal 30.000 km per tahun, serta rutin servis di bengkel resmi.
Di luar itu, garansi kendaraan berlaku 6 tahun atau 150.000 km. Sementara itu, perawatan berkala EV jatuh setiap 10.000 km, dan Wuling memperkirakan biaya servis sampai 55.000 km sekitar Rp3,4 juta.
Garansi gugur jika mobil mengalami modifikasi, kecelakaan, kebakaran, atau banjir. Karena itu, keluarga yang tinggal di daerah rawan genangan perlu memastikan parkir rumah aman saat musim hujan.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan Wuling Darion EV:
- Kabin tujuh kursi dengan captain seat dan pintu geser elektrik, nyaman untuk keluarga besar.
- Jarak tempuh nyata sekitar 440 km dalam uji jalan, cukup untuk perjalanan antarkota.
- Biaya listrik sekitar Rp191 per km menurut hitungan redaksi.
- Garansi seumur hidup komponen inti dan biaya servis rendah.
Kekurangan Wuling Darion EV:
- Kursi baris ketiga tidak bisa terlipat rata.
- Overhang depan panjang, sehingga perlu hati-hati di turunan curam.
- Pendinginan AC menurut Otoplus masih bisa lebih cepat.
- Lane keeping assist aktif secara bawaan, sehingga pengemudi harus mematikannya manual jika tidak butuh.
Cocok untuk Keluarga Seperti Apa
Darion EV CE paling pas untuk keluarga lima sampai tujuh orang yang punya garasi dengan daya listrik cukup untuk mengecas di rumah. Sebaliknya, keluarga yang sering bepergian ke daerah minim SPKLU lebih aman memilih versi PHEV.
Keluarga yang menempuh lebih dari 1.000 km per bulan akan merasakan hematnya paling cepat. Namun, jika mobil lebih sering diam di garasi, selisih harga dengan MPV bensin butuh waktu lebih lama untuk tertutup.
Coba hitung jarak bulanan keluargamu dengan angka Rp191 per km di atas, lalu bandingkan dengan pengeluaran bensin yang sekarang.





