Cara Menulis Prompt ChatGPT yang Baik, Lengkap dengan Template

Perempuan mengetik perintah di laptop yang menampilkan antarmuka chatbot AI
Menulis prompt yang jelas membantu chatbot AI memberi jawaban yang lebih sesuai kebutuhan. Foto: Swello/Unsplash (Unsplash License)

Kastakilat.id – Kamu bisa langsung mempraktikkan cara menulis prompt ChatGPT yang baik dengan empat bagian: tujuan, konteks, format hasil, dan batasan. Pola ini berasal dari panduan resmi OpenAI Academy. Setelah itu, perbaiki jawaban lewat pesan lanjutan, lalu periksa faktanya sebelum kamu pakai.

Menurut data Statcounter, ChatGPT menyumbang 84,91% trafik rujukan chatbot AI di Indonesia per September 2026. Sayangnya, banyak orang masih mengetik perintah sependek kata kunci Google. Akibatnya, jawaban terasa umum dan meleset dari kebutuhan.

Bacaan Lainnya

Pahami Rumus Prompt ChatGPT yang Baik

Pada dasarnya, panduan prompting OpenAI Academy membagi prompt untuk tugas penting menjadi empat bagian. Namun, pertanyaan ringan tidak wajib memuat semuanya.

  1. Tulis tujuan: hasil apa yang kamu mau, untuk siapa, dan untuk apa.
  2. Sertakan konteks: latar belakang, data, atau dokumen yang perlu ChatGPT ketahui.
  3. Tentukan format hasil: bentuk, panjang, dan nada jawaban.
  4. Tetapkan batasan: satu atau dua aturan yang tidak boleh ChatGPT langgar.

Sebagai pembanding, Gemini Prompting Guide 101 edisi Oktober 2024 dari Google memakai pola serupa: persona, tugas, konteks, dan format. Menariknya, Google mencatat prompt yang paling berhasil rata-rata berisi sekitar 21 kata. Padahal, menurut panduan yang sama, pengguna biasanya menulis kurang dari 9 kata.

Jadi, prompt dua kalimat yang jelas biasanya memberi hasil lebih baik daripada prompt tiga kata. Menurut kami, inilah perbaikan termudah yang paling sering terlewat.

Tentukan Tujuan, Konteks, dan Peran

Tangan menulis catatan sebelum menyusun prompt ChatGPT, di samping laptop yang menampilkan grafik
Mencatat tujuan, peran, dan konteks lebih dulu membuat prompt lebih terarah. Foto: Microsoft 365/Unsplash (Unsplash License)

Pertama, mulai dari hasil akhir, bukan dari daftar langkah. Saran ini tertulis di panduan prompting OpenAI Academy. Kecuali prosesnya penting, biarkan ChatGPT menyusun langkahnya sendiri.

Baca Juga:  Cara Membuat Gambar Jadul dari AI GRATIS

Selain itu, sebutkan pembaca dan kegunaan hasilnya. Misalnya, “ringkasan untuk atasan yang sibuk” menghasilkan teks berbeda dari “ringkasan untuk materi presentasi kelas”.

Kedua, tulis latar belakang yang hanya kamu ketahui. Contohnya jenis usaha, target pembeli, atau isi rapat kemarin. Tanpa informasi itu, ChatGPT terpaksa menebak.

Pusat Bantuan OpenAI menyarankan kita memperlakukan model seperti rekan kerja yang menerima permintaan. Rekan baru tentu butuh penjelasan tugas, konteks, dan nada. Karena itu, peran seperti “bertindaklah sebagai editor bahasa” ikut membantu ChatGPT memilih gaya.

Meski begitu, jangan menumpuk semua informasi. Menurut OpenAI Academy, detail yang berlebihan justru bisa menurunkan mutu jawaban. Jadi, pilih konteks yang benar-benar memengaruhi hasil.

Untuk bahan panjang, pisahkan instruksi dan teks dengan tanda ### atau tanda kutip tiga ("""). Menurut Pusat Bantuan OpenAI, instruksi sebaiknya berada di awal, lalu bahan menyusul setelah pemisah.

Tetapkan Format, Contoh, dan Batasan

Ketiga, sebutkan bentuk jawaban yang kamu mau: daftar, tabel, email, atau poin presentasi. Lalu, ganti kata kabur dengan angka. Sebagai contoh, Pusat Bantuan OpenAI mengganti “cukup pendek” menjadi “paragraf 3 sampai 5 kalimat”.

Laptop di atas kasur menampilkan halaman editor dokumen yang masih kosong
Tentukan format keluaran sejak awal, misalnya daftar, tabel, atau draf dokumen. Foto: Justin Morgan/Unsplash (Unsplash License)

Contoh di panduan OpenAI Academy pun memakai batas konkret. Salah satunya meminta email penolakan undangan di bawah 120 kata. Contoh lain meminta lima menu makan malam yang siap dalam 30 menit.

Untuk nada, cukup pakai kata sifat. Menurut Pusat Bantuan OpenAI, kata seperti formal, santai, ramah, atau humoris sudah mengarahkan gaya bahasa.

Keempat, tunjukkan contoh bila kamu punya format khusus. Dokumentasi OpenAI menyebut teknik ini few-shot: beberapa pasangan contoh membuat model menangkap pola. Misalnya, tempel dua caption lama favoritmu, lalu minta caption baru bergaya serupa.

Terakhir, tambahkan satu atau dua batasan terpenting saja. OpenAI Academy mencontohkan “jangan ubah angka anggaran” atau “tandai informasi yang hilang, jangan menebak”. Selain itu, tulis apa yang harus ChatGPT lakukan, bukan hanya larangannya.

Baca Juga:  Google Gemini Enterprise Agent Rilis, Punya Email Sendiri

Salin Template dan Contoh Prompt ChatGPT

Berikut template sederhana yang mengikuti empat bagian tadi. Ganti teks dalam kurung siku sesuai kebutuhanmu.

Tujuan: [hasil yang kamu mau + untuk siapa + untuk apa]
Konteks: [latar belakang singkat; tempel bahan setelah tanda ###]
Format: [bentuk, panjang, nada]
Batasan: [1–2 aturan, misalnya "tandai info yang kurang, jangan menebak"]

Tabel berikut berisi contoh buatan redaksi Kastakilat. Kolom kanan menambahkan pembaca, format, dan batas panjang pada kebutuhan yang sama.

KebutuhanPrompt lemahPrompt lebih kuat (contoh)
Tugas sekolahJelaskan fotosintesisJelaskan fotosintesis untuk siswa SMP dalam lima poin. Sertakan satu contoh sehari-hari, maksimal 150 kata.
Kerja kantorBuat email izinTulis email izin cuti dua hari untuk atasan. Nada sopan dan singkat, di bawah 100 kata, sebutkan rekan pengganti tugas.
Jualan onlineCaption kopiKamu copywriter UMKM. Buat tiga caption Instagram untuk kopi susu gula aren, target mahasiswa, nada santai, maksimal 40 kata per caption.
Contoh prompt buatan redaksi Kastakilat, bukan hasil uji resmi OpenAI.

Ide prompt jualan yang lebih lengkap ada di panduan membuat konten Instagram UMKM dengan AI. Kalau masih bingung, minta ChatGPT memperbaiki prompt-mu sendiri. Google juga memasukkan tips ini ke daftar saran cepat di panduannya.

Perbaiki Jawaban Lewat Pesan Lanjutan

Prompt pertama tidak harus sempurna. OpenAI Academy menyarankan kamu meninjau hasil, lalu meminta perubahan spesifik tanpa mengulang dari awal. Contohnya seperti ini:

  • “Persingkat jadi tiga poin saja.”
  • “Ganti nadanya jadi lebih formal.”
  • “Beri tiga opsi judul lain.”
  • “Jelaskan poin kedua dengan contoh angka.”

Untuk tugas besar, pecah pekerjaan menjadi beberapa prompt kecil. Saran ini muncul di Pusat Bantuan OpenAI maupun OpenAI Academy. Selain itu, minta beberapa opsi sekaligus agar kamu bisa memilih arah terbaik.

Baca Juga:  Merangkum PDF dengan AI: Amankah Dokumennya?

Bagaimana kalau hasilnya tetap mengecewakan? Biasanya masalahnya ada pada konteks yang kurang, bukan pada kata-kata ajaib. Jadi, tambahkan informasi yang hilang ketimbang menulis ulang seluruh prompt.

Simpan Instruksi Berulang di Pengaturan

Bosan mengetik “pakai bahasa Indonesia santai” di setiap chat? Simpan preferensi itu sebagai custom instructions lewat Settings > Personalization. Menurut Pusat Bantuan OpenAI, fitur ini tersedia di semua paket dan berlaku ke semua chat.

Namun, ruangnya terbatas. Halaman bantuan yang sama mencatat batas 1.500 karakter untuk paket Free dan Go, serta 5.000 karakter untuk Plus ke atas.

Untuk pekerjaan yang punya banyak file, pakai fitur Projects. Instruksi di dalam project hanya berlaku untuk project itu dan mengalahkan custom instructions umum. Menurut Pusat Bantuan OpenAI, paket Free menampung 5 file per project, sedangkan Go dan Plus menampung 25 file.

Periksa Hasil dan Jaga Data Pribadi

Pria bertopang dagu membaca layar laptop dengan saksama
Jawaban AI tetap perlu kamu baca ulang dan cek kebenarannya sebelum kamu pakai. Foto: Christian Velitchkov/Unsplash (Unsplash License)

Prompt sebagus apa pun tidak menjamin jawaban benar. Halaman Does ChatGPT tell the truth? dari OpenAI mengakui ChatGPT bisa memberi tanggal, fakta, bahkan kutipan palsu dengan nada yakin. Karena itu, OpenAI menyarankan jawaban ChatGPT sebagai draf pertama, bukan sumber final.

Selanjutnya, perhatikan data yang kamu ketik. Menurut halaman Data controls FAQ OpenAI, opsi Improve the model for everyone di Settings > Data controls bisa kamu matikan. Setelah itu, percakapan baru tidak ikut melatih model. Namun, tombol jempol atas atau bawah tetap bisa membuat percakapan itu masuk bahan pelatihan.

Untuk obrolan sekali pakai, gunakan Temporary chat. Menurut Pusat Bantuan OpenAI, chat ini tidak masuk riwayat, tidak mengisi memori, dan tidak melatih model. Meski begitu, OpenAI tetap bisa menyimpan salinannya hingga 30 hari demi keamanan.

Jadi, jangan tempel nomor KTP, kata sandi, atau data pelanggan ke prompt. Ganti dulu dengan nama samaran, seperti cara yang kami bahas di panduan merangkum PDF dengan AI.

Pada akhirnya, cara menulis prompt ChatGPT yang baik lebih mirip kebiasaan ketimbang rumus. Mulailah dari satu tugas yang paling sering kamu kerjakan minggu ini. Begitu hasilnya pas, simpan prompt itu sebagai template, lalu pakai lagi kapan pun.

Diana Runiana
Ditulis oleh

Diana Runiana

Perempuan asli Gamping, Sleman. Suka menulis, membaca, dan menggambar.

Pos terkait