Pemanasan dan Pendinginan yang Benar untuk Lari dan Gym

Pria berpakaian olahraga musim dingin mengangkat kedua lengan ke atas kepala saat pemanasan di taman
Pemanasan sebelum lari bisa dimulai dari gerakan lengan dan bahu di area terbuka seperti taman. Foto: Vitaly Gariev/Unsplash (Unsplash License)

Kastakilat.id – Kalau kamu hanya punya 40 menit untuk olahraga, sisihkan 5–10 menit di awal dan 5–10 menit di akhir. Itulah inti pemanasan dan pendinginan yang benar: mulai dengan gerakan olahraga yang sama dalam tempo pelan, lalu tutup dengan jalan santai. Peregangan tahan lama justru paling pas setelah otot hangat, bukan sebelum mulai.

Patokan 5–10 menit itu muncul di tiga sumber kesehatan sekaligus: Mayo Clinic, Harvard Health Publishing, dan American Heart Association (AHA). Berikut urutannya menit demi menit, untuk lari maupun latihan beban.

Bacaan Lainnya

Pahami Kerja Pemanasan bagi Tubuh

Menurut Mayo Clinic, pemanasan menaikkan suhu tubuh dan aliran darah ke otot. Dengan begitu, jantung dan pembuluh darah punya waktu untuk menyesuaikan diri sebelum kerja berat datang.

Selain itu, AHA menambahkan bahwa detak jantung yang naik perlahan ikut mengurangi beban mendadak pada jantung. Hasilnya, otot yang hangat bergerak lebih lentur dan efisien.

Namun, jangan anggap pemanasan sebagai jaminan bebas cedera. Mayo Clinic menulis bahwa para ahli masih berdebat soal efek pencegahan cederanya. Meski begitu, risikonya kecil, jadi menurut kami tetap layak kamu jadikan kebiasaan.

Mulai Pemanasan Dinamis 5–10 Menit

Pria berjaket hitam dan topi kupluk melakukan gerakan lunge di jalur taman
Lunge termasuk gerakan pemanasan dinamis yang menyiapkan otot paha, pinggul, dan betis sebelum berlari. Foto: Vitaly Gariev/Unsplash (Unsplash License)

Pemanasan dinamis artinya tubuh terus bergerak, bukan menahan satu posisi. Mayo Clinic menyarankan mulai dari kelompok otot besar, lalu menaikkan tempo sedikit demi sedikit.

Sebagai patokan, NHS (layanan kesehatan Inggris) punya rutinitas minimal 6 menit yang bisa kamu lakukan di ruang sempit. Harvard Health menambahkan contoh lain seperti jumping jack dan lunge.

UrutanGerakanDurasi atau repetisiSumber
1Jalan di tempat, maju, dan mundur sambil mengayun lengan3 menitNHS
2Heel dig (tumit bergantian menjejak ke depan)60 kali dalam 60 detikNHS
3Angkat lutut menyentuh tangan seberang30 kali dalam 30 detikNHS
4Putar bahu ke depan 5 kali dan ke belakang 5 kali2 setNHS
5Tekuk lutut ringan, turun tidak lebih dari 10 cm10 repetisiNHS
6Jumping jack atau lunge bergantianSampai total 5–10 menitHarvard Health

Kesalahan umum pemula adalah langsung berlari kencang di menit pertama karena merasa waktunya sempit. Akibatnya, napas cepat habis dan sisa sesi terasa jauh lebih berat. Padahal, menyisihkan beberapa menit di awal justru membuat tempo inti lebih mudah kamu jaga.

Baca Juga:  Klasemen Usai Prancis Lawan Belgia 4-1

Patokan sederhananya: pemanasan boleh membuat kamu berkeringat ringan, tetapi tidak boleh membuat lelah. Mayo Clinic memakai tanda itu sebagai ukuran intensitas yang pas.

Pilih Versi Lari atau Versi Gym

Untuk lari, Mayo Clinic menganjurkan jalan cepat 5–10 menit sebelum mulai berlari. Kalau kamu baru mulai, pola ini cocok dengan jadwal lari pemula 4 minggu yang selang-seling jalan dan lari.

  1. Jalan santai 2–3 menit untuk memulai.
  2. Naikkan menjadi jalan cepat sampai total 5–10 menit.
  3. Tambahkan angkat lutut dan lunge di tempat selama 1–2 menit.
  4. Mulai lari dengan tempo pelan, lalu naikkan bertahap.

Rincian menit pada langkah 1 dan 3 adalah contoh dari kami, sedangkan total 5–10 menit mengikuti Mayo Clinic. Pastikan juga alas kakimu sudah sesuai; panduan memilih sepatu lari untuk pemula bisa membantu.

Pria bertopi merah membungkuk memasang piringan beban pada barbel di lantai gym
Di gym, mulailah dengan beban ringan lalu tambah piringan beban secara bertahap pada set pemanasan. Foto: Mike Cox/Unsplash (Unsplash License)

Di gym, AHA menyebut jalan di treadmill plus push-up dengan lutut menekuk sudah cukup bagi banyak orang. Setelah itu, terapkan prinsip Mayo Clinic: ulangi pola gerak latihan intimu dengan intensitas rendah.

  1. Jalan di treadmill atau sepeda statis 5 menit dengan tempo ringan.
  2. Lakukan push-up lutut menekuk dan squat tanpa beban.
  3. Kerjakan gerakan pertama, misalnya squat, dengan barbel kosong atau beban sangat ringan.
  4. Tambah beban sedikit demi sedikit sampai mendekati beban set kerja.

Jumlah set pemanasan beban di atas hanyalah contoh, bukan angka baku. Menurut AHA, makin berat latihannya, makin lama pemanasan yang kamu perlukan.

Tunda Peregangan Statis sampai Otot Hangat

Banyak orang masih membuka sesi dengan membungkuk lama menyentuh ujung kaki. Padahal, Mayo Clinic menyarankan peregangan sesudah fase pemanasan atau pendinginan, saat otot sudah hangat.

Mayo Clinic juga mencatat bahwa studi belum konsisten menunjukkan peregangan mencegah nyeri otot atau cedera. Meski begitu, peregangan tetap berguna untuk kelenturan dan rentang gerak sendi.

Baca Juga:  Kapan Piala Asia 2027 Dimulai? Jadwal Resmi AFC

Soal teknik, Harvard Health dan AHA sama-sama memakai patokan tahan 10–30 detik per gerakan. AHA juga meminta kamu tidak memantul, tetap bernapas, dan berhenti sebelum terasa sakit.

Tutup dengan Pendinginan 5–10 Menit

Setelah lari, Mayo Clinic menganjurkan jalan cepat 5–10 menit, lalu melambat. Tujuannya agar detak jantung dan tekanan darah turun pelan ke tingkat sebelum olahraga.

Berhenti mendadak justru bisa membuat kepala terasa ringan. AHA menjelaskan bahwa saat itu detak jantung dan tekanan darah turun terlalu cepat. Harvard Health juga menyebut pendinginan membantu mencegah kram dan pusing.

Grafik garis waktu contoh sesi lari 40 menit: pemanasan 10 menit, latihan inti 20 menit, pendinginan 10 menit
Contoh pembagian sesi lari 40 menit; durasi pemanasan dan pendinginan mengikuti anjuran Mayo Clinic, Harvard Health, dan AHA. Grafik: Kastakilat.id
  1. Turunkan lari menjadi jalan cepat selama 3–5 menit.
  2. Lanjutkan jalan santai sampai napas kembali tenang.
  3. Regangkan paha depan, paha belakang, dan betis, masing-masing 10–30 detik.
  4. Minum air dan catat bagaimana rasanya tubuhmu hari itu.
Pria berkaus ungu membungkuk menyentuh kaki untuk meregangkan hamstring di tangga batu taman
Peregangan statis seperti membungkuk menyentuh kaki cocok kamu lakukan saat pendinginan setelah lari. Foto: Yazid N/Unsplash (Unsplash License)

Satu catatan jujur: menurut Mayo Clinic, pendinginan tampaknya tidak mengurangi pegal keesokan harinya. Jadi, kalau betismu tetap kaku setelah lari, itu belum tentu tanda pendinginanmu salah.

Pola yang sama berlaku untuk latihan di rumah. Rutinitas di artikel olahraga di rumah untuk menurunkan berat badan juga sebaiknya kamu buka dan tutup dengan 5–10 menit gerakan ringan.

Hentikan Latihan saat Muncul Tanda Ini

Menurut NHS, hentikan latihan segera bila kamu merasa nyeri atau tidak enak badan. Untuk tanda bahaya jantung, AHA mencantumkan gejala berikut:

  • Dada bagian tengah terasa tertekan, terhimpit, atau nyeri lebih dari beberapa menit, atau hilang lalu muncul lagi.
  • Nyeri yang menjalar ke lengan, punggung, leher, rahang, atau perut.
  • Sesak napas, dengan atau tanpa nyeri dada.
  • Keringat dingin, mual, kepala terasa ringan, atau detak jantung cepat dan tidak teratur.
Baca Juga:  MotoGP Qatar 2026: Pembalap Dikabarkan Tolak, Minta Jaminan

Jika gejala jantung itu muncul, berhenti dan segera hubungi layanan gawat darurat 119. Sementara itu, nyeri tajam di sendi atau otot yang tidak hilang saat istirahat sebaiknya kamu periksakan ke dokter.

NHS juga menyarankan konsultasi dulu bila kamu punya masalah kesehatan, sedang cedera, hamil atau baru melahirkan, atau baru menjalani operasi. Setelah itu, mulai dari 10 menit pertama tadi, dan biarkan 10 menit terakhir menjadi waktu tubuhmu pulang dengan tenang.

Diana Runiana
Ditulis oleh

Diana Runiana

Perempuan asli Gamping, Sleman. Suka menulis, membaca, dan menggambar.

Pos terkait