Harga BBM Oktober 2026, Pertamax Tetap Rp15.950

Mobil mengisi BBM di SPBU Pertamina dengan papan Pertamax Turbo, Pertamax, dan Pertalite, gambaran harga BBM Oktober 2026
Mobil mengantre di SPBU Pertamina pada siang hari/Foto: Aldrin Rachman Pradana/Unsplash

Kastakilat.id – “Pertamax naik lagi nggak bulan ini?” Jawabannya tidak, karena harga BBM Oktober 2026 di SPBU Pertamina sama persis dengan September. Di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Pertamax tetap Rp15.950 per liter, sedangkan Pertalite tetap Rp10.000 per liter.

Pertamina Patra Niaga mengumumkan keputusan itu pada 1 Oktober 2026, sementara harga resmi di aplikasi MyPertamina berlaku sejak 2 September 2026. Berikut daftar lengkapnya, selisih di luar Jawa, perbandingan dengan SPBU swasta, dan rumus menghitung biaya isi tangki.

Bacaan Lainnya

Daftar Harga BBM Pertamina Oktober 2026

Untuk enam provinsi di Pulau Jawa, harga per liter di SPBU Pertamina adalah sebagai berikut:

Jenis BBM Harga per Liter
Pertalite Rp10.000
Pertamax Rp15.950
Pertamax Green 95 Rp19.150
Biosolar Rp6.800
Pertamax Turbo Rp19.600
Dexlite Rp23.700
Pertamina Dex Rp25.200
Harga BBM Pertamina di Pulau Jawa, berlaku sejak 2 September 2026 dan tetap per 1 Oktober 2026. Sumber: MyPertamina.

Semua angka di atas berasal dari halaman informasi harga BBM di MyPertamina. Selain SPBU biasa, Pertashop di Jawa menjual Pertamax Rp15.850 per liter, sehingga selisihnya Rp100 lebih murah.

Namun, ada satu catatan soal Pertamax Green 95. Sebagian media menulis harganya Rp16.600, padahal daftar resmi MyPertamina mencantumkan Rp19.150.

Sementara itu, Bali, NTB, dan NTT memakai harga yang sama dengan Jawa untuk Pertamax, Pertamax Turbo, dan Dexlite. Bedanya, ketiga provinsi itu belum masuk daftar wilayah penjual Pertamax Green 95.

Harga Pertamax di Luar Jawa

Harga BBM subsidi berlaku sama di seluruh Indonesia, yaitu Pertalite Rp10.000 dan Biosolar Rp6.800 per liter. Sebaliknya, harga BBM nonsubsidi berbeda menurut provinsi karena ongkos distribusi dan pajak daerah ikut memengaruhi.

Wilayah Harga Pertamax
Jawa, Bali, NTB, NTT Rp15.950
Aceh, Sumut, Kalimantan, Sulawesi, Papua Rp16.300
Sumbar, Riau, Kepri, Kaltara Rp16.650
FTZ Batam Rp15.150
FTZ Sabang Rp14.950
Harga Pertamax per wilayah, Oktober 2026. Sumber: MyPertamina.

Kelompok Rp16.300 juga mencakup Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Maluku, dan Maluku Utara. Jadi, pemilik mobil di Pekanbaru membayar Rp700 per liter lebih mahal daripada pengendara di Yogyakarta.

Baca Juga:  Harga Pertamax 13 Oktober 2026 Tetap Rp15.950

Pola yang sama berlaku untuk Dexlite, yaitu Rp23.700 di Jawa, Rp24.200 di kelompok kedua, dan Rp24.750 di Sumbar sampai Kaltara. Bahkan, Batam dan Sabang paling murah karena berstatus kawasan perdagangan bebas.

Pertamina vs Shell, BP, dan Vivo

SPBU Shell menyala pada malam hari dengan papan V-Power
SPBU Shell pada malam hari, salah satu pesaing Pertamina/Foto: Maverick Timotius/Unsplash

SPBU swasta juga menahan harga pada awal Oktober. Menurut CNBC Indonesia dan Liputan6, BP 92 dan Vivo Revvo 92 sama-sama Rp16.130 per liter di Jabodetabek.

Karena itu, Pertamax masih Rp180 per liter lebih murah daripada pesaing RON 92. Misalnya, pengemudi taksi daring yang mengisi 30 liter RON 92 setiap minggu menghemat Rp5.400 per minggu di Pertamina. Kondisinya justru berbalik di kelas atas, sebab BP Ultimate dan Revvo 95 berharga Rp19.330, atau Rp270 lebih murah daripada Pertamax Turbo.

Untuk diesel premium, BP Ultimate Diesel, Vivo Primus Plus, dan Shell V-Power Diesel kompak di Rp25.420 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex Rp25.200, sehingga selisihnya hanya Rp220 per liter.

Bagaimana dengan bensin Shell? Liputan6 melaporkan produk bensin Shell sedang tidak tersedia, jadi pembanding di kelas bensin untuk sementara hanya BP dan Vivo.

Kenapa Harga BBM Tidak Naik

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyebut dua alasan berbeda. Untuk BBM subsidi, harga mengikuti kebijakan pemerintah yang menahan Pertalite dan Biosolar sampai akhir 2026.

Sementara itu, harga BBM nonsubsidi tetap karena Pertamina mempertimbangkan berbagai faktor, terutama kondisi masyarakat. Meski begitu, Pertamina tidak merinci harga minyak atau kurs yang menjadi dasar keputusan ini.

Akibatnya, Pertalite hampir pasti tetap Rp10.000 sampai Desember. Sebaliknya, Pertamax dan Dexlite masih bisa berubah pada 1 November, karena Pertamina biasanya meninjau harga nonsubsidi setiap awal bulan.

Baca Juga:  Review BYD Atto 1 Facelift 2026 dan Seagull

Jadi, pantau pengumuman harga pada 1 November 2026 lewat aplikasi MyPertamina, terutama jika mobil di rumah rutin memakai Pertamax atau Dexlite.

Rumus Hitung Biaya Isi Tangki

Pengendara motor berhelm menunggu giliran isi bensin di SPBU saat senja, contoh hitung harga BBM Oktober 2026
Pengendara motor mengantre isi bensin di SPBU saat senja/Foto: Adhitya Sibikumar/Unsplash

Rumusnya sederhana: biaya = jumlah liter × harga per liter. Hitungan redaksi berikut memakai harga Pertamina di Jawa.

  1. Hitung isi penuh tangki motor 4 liter: 4 × Rp10.000 = Rp40.000 untuk Pertalite, atau 4 × Rp15.950 = Rp63.800 untuk Pertamax.
  2. Kalikan selisihnya dengan frekuensi isi. Misalnya isi penuh 4 kali sebulan, maka beralih ke Pertamax menambah Rp95.200 per bulan.
  3. Hitung tangki mobil 40 liter: 40 × Rp15.950 = Rp638.000 di Pertamina, sedangkan BP 92 menghabiskan 40 × Rp16.130 = Rp645.200.
  4. Bandingkan juga kelas diesel. Jika tangki mobil 50 liter, Dexlite menghabiskan Rp1.185.000, tetapi Pertamina Dex Rp1.260.000.

Tapi apakah Pertamax memang wajib untuk motor harian? Jawabannya tergantung rasio kompresi mesin, jadi cek dulu anjuran oktan di buku manual.

Kalau mulai menimbang motor listrik, sandingkan hitungan ini dengan biaya cas motor listrik per bulan. Selain itu, cek angka terbaru di MyPertamina sebelum menghitung ulang.

Harga per liter boleh sama sepanjang Oktober, tetapi tagihan bulanan tetap bergantung pada seberapa sering tangki terisi.

Diana Runiana
Ditulis oleh

Diana Runiana

Perempuan asli Gamping, Sleman. Suka menulis, membaca, dan menggambar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan