Harga Pertamax 13 Oktober 2026 Tetap Rp15.950

Kanopi SPBU Pertamina di Kasongan dengan papan jalur Pertamax dan Pertamax Turbo serta tangki Pertamina Dex
Pengendara mengisi BBM di bawah kanopi SPBU Pertamina 64.744.03 Kasongan, Kalimantan Tengah. Foto: Gabpzxs/Wikimedia Commons (CC0)

Kastakilat.id – “Kalau minyak tembus US$112, Pertamax naik juga?” Pertanyaan itu wajar muncul pada Selasa, 13 Oktober 2026, karena dua kabar datang bersamaan. Harga minyak mentah Indonesia melompat ke atas US$112 per barel, lalu Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan BBM subsidi tidak naik.

Jawabannya, sejauh ini belum karena Pertamina belum merilis daftar baru. Jadi, per 13 Oktober 2026, harga Pertamax di SPBU Pertamina wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara masih Rp15.950 per liter. Angka itu sama dengan daftar resmi di aplikasi MyPertamina yang berlaku sejak 2 September 2026, dan Pertamina menyatakan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi masih sama dengan September, menurut laporan CNBC Indonesia.

Bacaan Lainnya

Harga Pertamax Hari Ini per Wilayah

Grafik batang harga Pertamax per liter di lima kelompok wilayah, dari Rp14.950 di FTZ Sabang hingga Rp16.650
Per 13 Oktober 2026, harga Pertamax berkisar Rp14.950 hingga Rp16.650 per liter, yakni bergantung wilayah. Grafik: Kastakilat.id, data MyPertamina

Namun, harga Pertamax tidak seragam di seluruh Indonesia. Menurut tabel harga BBM per provinsi di MyPertamina, harga termurah ada di kawasan perdagangan bebas Sabang, yaitu Rp14.950 per liter. Sementara itu, FTZ Batam mematok Rp15.150 per liter.

Kemudian, selain Jawa, Bali, NTB, dan NTT yang memakai Rp15.950, sebagian besar provinsi di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua membayar Rp16.300. Adapun Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Utara menjadi yang termahal, yakni Rp16.650 per liter.

Di sisi lain, Pertashop di Jawa menjual Pertamax Rp15.850 per liter menurut tabel yang sama. Jadi, selisihnya hanya Rp100 dibanding SPBU biasa.

Pertamax Dibanding BBM Lain

Tiang papan harga SPBU Pertamina 64.744.03 berisi daftar Pertamax Turbo, Pertamax, Pertamina Dex, dan Dexlite
Papan harga di SPBU Pertamina Kasongan, Kalimantan Tengah, pada Januari 2026; angka di papan itu bukan harga terkini. Foto: Gabpzxs/Wikimedia Commons (CC0)

Menurut daftar 13 Oktober 2026 dari CNBC Indonesia untuk DKI Jakarta, Pertamax berada di tengah. Pertalite tetap Rp10.000, sedangkan Pertamax Green 95 seharga Rp19.150 dan Pertamax Turbo Rp19.600 per liter.

Bagi yang terbiasa mengisi di SPBU swasta, BP 92 dan Revvo 92 milik Vivo sama-sama seharga Rp16.130 per liter menurut daftar yang sama. Dengan demikian, Pertamax berada Rp180 per liter di bawah kedua pesaing beroktan 92 itu.

Baca Juga:  Panduan Investasi Emas untuk Pemula dari Modal Kecil

Minyak Mentah Melonjak ke US$112

Pemicu kekhawatiran datang dari harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP). CNBC Indonesia mengutip Keputusan Menteri ESDM Nomor 395.K/MG.03/MEM.M/2026 yang menetapkan ICP September 2026 sebesar US$112,81 per barel.

Foto udara kompleks Kilang Pertamina RU VI Balongan di pesisir Indramayu dengan deretan tangki penyimpanan
Kompleks Kilang Pertamina RU VI Balongan di Indramayu, Jawa Barat, dalam foto arsip dari udara. Foto: Ya, saya inBaliTimur/Wikimedia Commons (CC BY-SA 2.0)

Angka itu naik US$23,38 dari ICP Agustus 2026 yang tercatat US$89,43 per barel. Menurut laporan yang sama, kenaikan ini terdorong ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Wamenkeu Tegaskan BBM Subsidi Tetap

Menanggapi lonjakan itu, Wamenkeu Juda Agung berbicara kepada media di Jakarta pada 13 Oktober 2026. Menurut laporan CNBC Indonesia, ia menegaskan tidak ada rencana kenaikan harga BBM subsidi pada tahun depan.

Sebagai gantinya, pemerintah memilih memfokuskan ulang anggaran agar subsidi lebih tepat sasaran. Namun, pernyataan itu menyangkut BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar, bukan Pertamax.

Peluang Harga Pertamax Berubah

Pertamax termasuk BBM nonsubsidi, jadi harganya bisa bergerak mengikuti pasar. Selama ini, Pertamina mengumumkan perubahan harga BBM nonsubsidi pada awal bulan, seperti daftar 2 September dan pengumuman 1 Oktober 2026.

Menurut kami, ICP yang menembus US$112 membuat pengendara perlu memantau harga Pertamax awal November. Meski begitu, belum ada pengumuman resmi soal kenaikan, sehingga angka Rp15.950 masih berlaku sampai Pertamina merilis daftar baru.

Simulasi Biaya Isi Tangki Pertamax

Rumusnya sederhana: jumlah liter × harga per liter di provinsimu. Simulasi berikut memakai harga MyPertamina per 13 Oktober 2026 dan contoh pengisian 40 liter.

  1. Cek harga Pertamax di provinsimu lewat MyPertamina, misalnya Rp15.950 untuk Jawa atau Rp16.300 untuk sebagian besar luar Jawa.
  2. Kalikan dengan volume isi: 40 × Rp15.950 = Rp638.000 di Jawa, sedangkan 40 × Rp16.300 = Rp652.000 di luar Jawa.
  3. Hitung pembanding Pertalite: 40 × Rp10.000 = Rp400.000.
  4. Kurangkan keduanya: Rp638.000 − Rp400.000 = Rp238.000, yaitu tambahan biaya Pertamax sekali isi di Jawa.
Baca Juga:  Harga iPhone 18 Pro Indonesia Naik Rp3,75 Juta

Di sisi lain, simulasi itu juga menunjukkan selisih Pertamax antara Jawa dan sebagian besar luar Jawa hanya Rp14.000 untuk 40 liter.

Bila ingin membandingkan dengan kendaraan listrik, hitungan biaya cas motor listrik per bulan bisa jadi patokan. Sementara itu, daftar lengkap seluruh jenis BBM ada di ulasan harga BBM Oktober 2026.

Jadi, hingga 13 Oktober 2026, MyPertamina masih mencantumkan Pertamax di Jawa Rp15.950 per liter. Cek kembali aplikasi MyPertamina pada 1 November untuk melihat apakah harga minyak mentah sudah menjalar ke harga di SPBU.

Runia Redaksi
Ditulis oleh

Runia Redaksi

Perempuan asli Gamping, Sleman. Suka menulis, membaca, dan menggambar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan