Kastakilat.id – Garuda Pertiwi kembali jadi bahan obrolan setelah tim nasional sepak bola wanita Indonesia bermain imbang 0-0 melawan Armenia pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Kedua tim bertemu dalam laga persahabatan FIFA Matchday di Stadion Aqaba Development, Aqaba, Yordania, mulai pukul 22.00 WIB.
Hasilnya memang tanpa gol, tetapi momennya pas. Tim ini baru mempertahankan gelar Asia Tenggara, dan liga putri nasional akan bergulir lagi seminggu kemudian.
Timnas Wanita Indonesia Ditahan Armenia
Menurut laporan ANTARA yang merujuk catatan FIFA, Indonesia menyerang lebih dulu dan menguasai babak pertama. Sundulan Felicia de Zeeuw melebar, lalu tembakan jarak jauh Isabelle Nottet melambung di atas mistar.
Pada babak kedua, kiper Armenia Alina Poghosyan masih mampu mengamankan sepakan Estella Loupatty. Armenia baru menekan menjelang laga usai. Garuda Pertiwi akhirnya ditahan karena dominasi belum berubah menjadi peluang yang klinis.
Persiapan Tim Nasional Bersama Higashiyama

PSSI menunjuk Akira Higashiyama, pelatih asal Jepang, untuk menangani tim senior pada FIFA Matchday Oktober. Anggota Exco PSSI Vivin Cahyani Sungkono mengonfirmasinya kepada Kumparan pada 28 September 2026.
Satoru Mochizuki, pelatih saat juara AFF 2024, kini memegang timnas putri U-17. Higashiyama sendiri bukan wajah baru, sebab ia sudah memimpin Garuda Pertiwi di SEA Games 2025 dan FIFA Matchday November 2025.
Menurut daftar pemain versi Tirto, ia membawa 23 pemain ke Yordania. Empat di antaranya bermain di Eropa: Pauline van de Pol, Felicia de Zeeuw, Isa Warps, dan Claudia Scheunemann. Sementara itu, pemain lokal seperti Reva Octaviani, Sheva Imut, dan Remini Rumbewas tetap jadi tulang punggung.
Dua Gelar AFF Beruntun
Gelar pertama datang pada Desember 2024. Saat itu Indonesia mengalahkan Kamboja 3-1 di final Piala AFF Putri di Vientiane, Laos, berkat dua gol Reva dan satu gol Sydney Hopper, menurut laporan ANTARA.
Indonesia lalu mempertahankan gelar itu pada 22 Juli 2026. Di Kuala Lumpur Football Stadium, Garuda Pertiwi menghajar Laos 5-0, menurut laporan Times Indonesia. Sheva Imut terpilih sebagai pemain terbaik turnamen.
Namun, AFF Women’s Cup hanya mempertemukan tim peringkat bawah di Asia Tenggara. Gelar itu mengantar Indonesia lolos ke ASEAN Women’s Championship 2027, turnamen tempat Indonesia gagal lolos fase grup pada edisi 2022 dan 2025, menurut catatan Tirto.
Sistem Kompetisi Sepak Bola Wanita Nasional
Liga Putri Indonesia (Indonesia Women’s League) 2026/27 bergulir mulai 17 Oktober 2026 dengan laga Persita Tangerang melawan Persija Jakarta, menurut jumpa pers I.League pada 11 Agustus 2026.
Berdasarkan paparan dalam jumpa pers tersebut, formatnya sebagai berikut:
- Peserta enam klub: Persija, Persita, Dewa United FC, FC Bekasi City, Persikad Depok, dan Garudayaksa FC.
- Triple round-robin, jadi tiap klub bermain minimal 15 kali.
- Semua laga terpusat di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan.
- Empat besar lanjut ke semifinal, lalu final.
- Tiap klub boleh mendaftarkan maksimal empat pemain asing.
CEO Liga Putri Indonesia Teddy Tjahjono memperkirakan kompetisi selesai pada Januari 2027. Vivin Cahyani menyebut liga putri sebelumnya ibarat kembang api: menyala, lalu cepat padam.
Bahan bakunya sebenarnya ada. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut basis data pembinaan usia dini berisi sekitar 50 ribu pemain putri dalam tiga tahun terakhir, dalam pernyataan kepada JPNN pada 9 Juni 2026. Menurut kami, liga yang konsisten adalah ujian sebenarnya, bukan sekadar trofi regional.
Berikutnya: Yordania di Amman
Laga kedua mempertemukan Indonesia dengan tuan rumah Yordania pada Selasa, 13 Oktober 2026, di Amman. Menurut catatan Media Kampung, pertemuan terakhir kedua tim pada 28 Mei 2025 di Tri Nation Cup berakhir 1-1 lewat gol Remini Rumbewas.
Yordania adalah juara WAFF Women’s Championship terbanyak dengan enam gelar. Jadi, lawan ini lebih tepat jadi ukuran kesiapan Garuda Pertiwi daripada Armenia. Bagi yang juga mengikuti tim putra, ada ulasan jadwal Timnas di FIFA ASEAN Cup 2026 dan jadwal resmi Piala Asia 2027.
Gol melawan Yordania nanti lebih penting daripada sekadar menguasai bola, karena ujian berikutnya adalah ASEAN Women’s Championship 2027.





