Kastakilat.id – Sampai Kamis, 22 Oktober 2026, Pertamina belum mengumumkan harga BBM Pertamina November 2026. Jadi, SPBU masih memakai daftar lama: Pertamax Rp15.950, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800 per liter di Jabodetabek. Biasanya daftar baru terbit pada tanggal 1, yang tahun ini jatuh pada hari Minggu.
Okezone mencatat angka Oktober itu pada 22 Oktober, sama dengan daftar sejak awal bulan. Di sisi lain, menurut Reuters yang dikutip Kontan, Brent menutup perdagangan 21 Oktober di US$108,82 per barel.
Siapa yang Menentukan Harga Tiap Tanggal 1
Pertamina Patra Niaga menghitung harga Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex dengan formula pemerintah. Dasarnya adalah Kepmen ESDM 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang memakai acuan pasar MOPS atau Argus.
Meski begitu, hasil formula tidak otomatis berlaku. Menurut Kompas, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga Joko Pranoto pada 8 Oktober menyebut Pertamina sengaja menahan harga nonsubsidi Oktober agar sama dengan September karena ada arahan untuk harga seluruh BBM umum. Ia tidak menyebut dari mana arahan itu datang.
Artinya, harga November tidak hanya ditentukan hasil formula. Sementara itu, pemerintah sendiri yang menetapkan harga Pertalite dan Biosolar.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sudah berjanji BBM subsidi tidak naik sampai 31 Desember 2026. Selain itu, Wamenkeu Juda Agung pada 13 Oktober menegaskan tidak ada kenaikan BBM subsidi tahun depan, menurut CNBC Indonesia.
Harga Terakhir Pertamax, Pertalite, dan Biosolar
Tabel berikut memuat harga SPBU Pertamina di DKI Jakarta per Oktober 2026, berdasarkan rekap Bisnis 15 Oktober dan Okezone 22 Oktober. Selain itu, kolom terakhir menunjukkan kapan Pertamina terakhir mengubah harganya.
| BBM | Jenis | Harga (Rp/liter) | Terakhir berubah |
|---|---|---|---|
| Biosolar | Subsidi | 6.800 | Tetap sepanjang 2026 |
| Pertalite | Kompensasi | 10.000 | Tetap sepanjang 2026 |
| Pertamax | Nonsubsidi | 15.950 | 1 Agustus 2026 |
| Pertamax Green 95 | Nonsubsidi | 19.150 | September 2026 |
| Pertamax Turbo | Nonsubsidi | 19.600 | September 2026 |
| Dexlite | Nonsubsidi | 23.700 | September 2026 |
| Pertamina Dex | Nonsubsidi | 25.200 | September 2026 |
Namun, harga di luar Jakarta bisa sedikit berbeda. Untuk angka provinsimu, buka tabel harga per provinsi di MyPertamina.
Rincian Pertamax per wilayah juga ada di laporan harga Pertamax 13 Oktober 2026.

Grafik itu memperlihatkan bahwa lonjakan terbesar tahun ini justru terjadi di luar tanggal 1. Menurut Kompas TV, Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter pada Rabu, 10 Juni 2026, atau sekitar 32%.
Penyebabnya: Minyak, Kurs, dan Pajak Daerah

Pertama, harga minyak dunia. Pada 19 Oktober, Menteri Bahlil melaporkan ICP atau harga minyak mentah Indonesia sudah menembus sekitar US$106 per barel, menurut Kontan.
Padahal, rata-rata ICP Januari sampai Oktober hanya sekitar US$91–92 per barel. Jadi, ongkos bahan baku saat ini jauh di atas rata-rata tahun berjalan.
Kedua, kurs rupiah, sebab Pertamina membeli minyak dalam dolar. Menurut data JISDOR Bank Indonesia, kurs tercatat Rp17.986 per dolar AS pada 21 Oktober, sedikit di bawah Rp18.052 pada 16 Oktober.
Kamu bisa memantau pergerakan rupiah terbaru di halaman kurs dolar hari ini.
Sebagai simulasi kasar, satu barel setara sekitar 159 liter menurut konversi standar. Dengan Brent US$108,82 dan kurs Rp17.986, minyak mentahnya saja sudah sekitar Rp12.300 per liter (hitungan simulasi).
Lalu, dalam simulasi yang sama, setiap kenaikan US$1 per barel menambah kira-kira Rp113 per liter. Angka itu belum termasuk biaya kilang, distribusi, margin, dan pajak.
Ketiga, pajak. Di atas harga dasar, konsumen membayar PPN dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang tarifnya berbeda tiap provinsi.
Itulah sebabnya Pertamax di Papua dan Maluku Rp16.300, sedangkan di Jawa Rp15.950. Menurut ANTARA, Pertamina menyebut harga di Papua dan Maluku memakai PBBKB 7,5%.
Pertamina vs Shell, BP, dan Vivo
Pada 15 Oktober, Bisnis mencatat tidak ada SPBU yang mengubah harga, baik Pertamina, BP-AKR, Vivo, maupun Shell. Untuk bensin RON 92, Pertamax masih Rp180 lebih murah per liter daripada BP 92 dan Revvo 92.
SPBU RON 92 RON 95 Diesel Pertamina 15.950 19.150 23.700 (Dexlite) BP 16.130 19.330 25.420 Vivo 16.130 19.330 25.420 Shell Kosong Kosong 25.420
Tabel memakai rupiah per liter untuk wilayah Jakarta per 15 Oktober 2026. Saat itu Shell hanya menjual V-Power Diesel, sementara Shell Super, V-Power, dan V-Power Nitro+ kosong.

Daftar November dari SPBU swasta juga belum keluar per 22 Oktober. Karena itu, selisih Rp180 menurut rekap Bisnis itu bisa melebar atau menyempit begitu semua badan usaha memperbarui harga.
Simulasi Selisih Rp500 per Liter

Belum ada yang tahu apakah Pertamax akan naik, turun, atau tetap. Karena itu, simulasi berikut memakai selisih Rp500 per liter sebagai contoh, bukan perkiraan resmi.
- Motor harian, 4 liter sekali isi, 8 kali sebulan: 32 liter × Rp500 = Rp16.000 per bulan.
- Mobil, 40 liter sekali isi, 4 kali sebulan: 160 liter × Rp500 = Rp80.000 per bulan, atau Rp960.000 setahun.
- Pindah dari Pertamax ke Pertalite dengan pemakaian motor yang sama: 32 liter × Rp5.950 = Rp190.400 lebih hemat per bulan.
Angka terakhir memang menggoda. Namun, pindah ke Pertalite hanya masuk akal bila buku manual kendaraanmu mengizinkan RON 90 dan kamu memenuhi aturan pembelian BBM kompensasi.
Selanjutnya, pakai kalkulator di bawah untuk menghitung pola pemakaianmu sendiri. Ganti harga baru dengan angka resmi begitu Pertamina merilisnya.
Kalkulator Selisih Harga BBM per Bulan
Hitung tambahan pengeluaran bulanan bila harga BBM per liter berubah. Harga awal bawaan: Pertamax Rp15.950 per liter (Jawa-Bali, berlaku sejak 1 Agustus 2026 menurut Pertamina Patra Niaga).
Simulasi, bukan prediksi harga. Harga baru adalah angka yang kamu masukkan sendiri; harga resmi November belum diumumkan per 22 Oktober 2026.
Contoh simulasi: dengan harga sekarang Rp15.950 per liter, harga baru Rp16.450, 4 liter sekali isi, dan 8 kali isi per bulan, selisihnya Rp16.000 per bulan atau Rp192.000 setahun.
Kapan Harga BBM Pertamina November Diumumkan
Menurut Kontan, Pertamina Patra Niaga biasanya menyesuaikan harga BBM nonsubsidi setiap awal bulan. Akan tetapi, tanggalnya tidak selalu tepat tanggal 1.
Misalnya, daftar September mulai berlaku pada 2 September. Bahkan kenaikan Pertamax tahun ini terjadi pada 10 Juni.
Menurut rilis Pertamina yang dikutip ANTARA, informasi resmi ada di tiga kanal. Ketiganya adalah aplikasi atau situs MyPertamina, halaman harga terbaru Pertamina Patra Niaga, dan layanan Pertamina Customer Solution 135.
Sebaliknya, jangan percaya daftar "harga November" yang sudah beredar sebelum tanggalnya. Beberapa situs bahkan memuat angka yang bertentangan dengan semua kanal resmi.
Angka yang Perlu Dicek pada 1 November
Begitu daftar baru terbit, cek harga Pertamax di provinsimu dan selisihnya dengan BP 92 serta Revvo 92. Selain itu, pastikan Pertalite dan Biosolar tetap di angka Oktober menurut MyPertamina, yaitu Rp10.000 dan Rp6.800.
Kami akan memperbarui artikel ini setelah Pertamina merilis harga resmi November 2026.





