Kastakilat.id – Selama tujuh tahun, Galaxy Z Fold selalu berbentuk jangkung dan ramping. Namun kini, review Galaxy Z Fold8 berawal dari perubahan terbesarnya: bodi melebar ala paspor dengan layar utama 4:3, bobot 201 gram, dan harga mulai Rp28.499.000 di Indonesia.
Pada dasarnya, Fold8 paling cocok untuk yang ingin HP lipat ringan untuk menonton, membaca, dan media sosial. Sebaliknya, Fold8 Ultra lebih tepat untuk yang butuh kamera telefoto dan layar kerja 8 inci. Sebagai catatan, ulasan ini berbasis rilis resmi Samsung dan uji coba langsung media saat peluncuran, bukan uji jangka panjang.
Harga Galaxy Z Fold8 di Indonesia
Samsung meluncurkan Galaxy Z Fold8 bersama Fold8 Ultra dan Flip8 di Galaxy Unpacked London pada 22 Juli 2026. Menurut Kompas, harga resminya di Indonesia sebagai berikut:
Kapasitas
Galaxy Z Fold8
Galaxy Z Fold8 Ultra
12 GB/256 GB
Rp28.499.000
Rp32.499.000
12 GB/512 GB
Rp32.499.000
Rp36.499.000
16 GB/1 TB
Rp40.499.000
Rp44.499.000
Selisih antara Fold8 dan Fold8 Ultra hanya Rp4 juta di setiap kapasitas. Karena itu, keputusan memilih keduanya lebih bergantung pada kebutuhan kamera dan ukuran layar, bukan anggaran.
Untuk pilihan warna, Fold8 tersedia dalam empat warna, yaitu Graphite, Cream, Lavender, dan Pistachio. Selain itu, ponsel ini mendukung satu SIM fisik dan satu eSIM.
Desain Paspor yang Teringan
Menurut Samsung, Fold8 adalah Galaxy Z Fold paling ringan yang pernah mereka buat, yaitu 201 gram. Sementara itu, tebalnya 9,7 mm saat terlipat dan hanya 4,5 mm saat terbuka.
Selain lebih ringan, bentuknya juga berubah total. Dimensinya 81,9 x 123,9 mm saat terlipat, sehingga lebih pendek dan lebar dibanding Fold sebelumnya, mirip ukuran paspor.
Jurnalis Kompas yang menjajalnya di London menyebut bodi baru ini terasa lebih ringkas dan pas masuk saku. Menurutnya, perubahan sederhana ini memberi pengalaman yang sangat berbeda dari Fold lama.
Di bagian dalam, Samsung memakai teknologi Flex Titanium, yaitu lapisan film paduan titanium dan pelat titanium di balik layar. Lapisan ini berfungsi menahan tekanan dan meredam benturan, sehingga lipatan layar berkurang seiring waktu.
Layar 4:3 untuk Nonton dan Baca
Untuk layar, panel utama Fold8 berukuran 7,6 inci dengan rasio 4:3, sedangkan layar luarnya 5,5 inci dengan rasio 10:16. Selain itu, keduanya memakai Dynamic AMOLED 2X dengan refresh rate adaptif 1–120 Hz.
Rasio 4:3 terasa paling bermanfaat terutama saat menonton dan membaca. Menurut Kompas, konten berformat 4:3 hampir memenuhi layar, sementara mode tegak terasa seperti membuka buku seukuran A6 saat membaca e-book atau komik.
Selain itu, layar luar berasio 10:16 terasa lebih familiar untuk membalas chat dan menggulir TikTok. Sebelumnya, layar luar Fold cenderung terlalu tinggi dan sempit.
Kecerahan layar utama mencapai 3.000 nits dengan Vision Booster dan lapisan rendah pantulan. Jadi, layar tetap mudah terbaca di luar ruangan pada siang hari.
Kamera Ganda 50 MP dan Galaxy AI
Untuk kamera, Fold8 membawa dua kamera 50 MP, yaitu kamera utama dan ultra-wide. Kamera utamanya juga menyediakan zoom 2x berkualitas optik, sedangkan kamera depan di layar luar dan layar utama masing-masing 10 MP.
Namun, Fold8 tidak punya lensa telefoto terpisah. Sebaliknya, lensa telefoto 3x hanya ada di Fold8 Ultra, bersama kamera utama 200 MP.
Untuk kreator, Samsung menambahkan My FanCam yang otomatis mengikuti satu subjek lalu memotong video ke rasio pilihan pengguna. Ada juga Dual Recording untuk merekam dari dua sisi sekaligus sambil melihat pratinjau di layar luar.
Performa dan Baterai 4.800 mAh
Pada dasarnya, Fold8 memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, chip yang sama dengan Fold8 Ultra. Artinya, performa untuk gim, multitasking, dan fitur AI tidak berbeda jauh di antara keduanya.
Selanjutnya, baterainya 4.800 mAh, dan menurut Kompas sudah memakai baterai berbahan silikon. Menurut detik, pengisian cepatnya 45 W dengan kabel dan 20 W nirkabel.
Sementara itu, fitur Galaxy AI seperti Now Brief, Now Nudge, dan Gemini Intelligence sudah tertanam. Pada layar lebar, Split View membantu menjalankan dua aplikasi berdampingan.
Satu catatan penting, ketahanan airnya berstandar IP48 menurut detik. Jadi, Fold8 tahan cipratan dan perendaman air, tetapi perlindungan terhadap debu halus masih terbatas.
Fold8 atau Fold8 Ultra, Pilih Mana
Supaya lebih jelas, berikut perbedaan utama keduanya berdasarkan data resmi Samsung:
- Layar utama: Fold8 memakai 7,6 inci berasio 4:3, sedangkan Fold8 Ultra memakai 8 inci.
- Kamera belakang: Fold8 membawa 50 MP + 50 MP, sedangkan Ultra membawa 200 MP + 50 MP + telefoto 10 MP 3x.
- Baterai: Fold8 berkapasitas 4.800 mAh, sedangkan Ultra 5.000 mAh.
- Ketebalan saat terbuka: Fold8 setebal 4,5 mm, sedangkan Ultra hanya 4,1 mm.
- Bobot: Fold8 seberat 201 gram, sedangkan Ultra 215 gram.
Pilih Fold8 jika prioritasnya bobot ringan, layar nyaman untuk menonton, dan HP lipat yang terasa seperti ponsel biasa saat terlipat. Kalau harus memilih satu untuk harian, saya akan mengambil Fold8.
Sebaliknya, pilih Fold8 Ultra jika sering memotret dari jauh, merekam video 8K, atau bekerja dengan dokumen di layar lebih besar. Bahkan, tambahan Rp4 juta cukup masuk akal untuk kamera setingkat seri Ultra.
Sebagai pembanding di kelas yang lebih terjangkau, cek juga review Samsung Galaxy S26 FE jika HP lipat belum menjadi kebutuhan.
Langkah paling sederhana hari ini: coba genggam Fold8 di gerai Samsung terdekat, karena rasio barunya baru benar-benar terasa saat ada di tangan.





